RADAR JOGJA – Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, masih harus merasakan repotnya berada pengungsian, menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. Sehari dipulangkan setelah 81 hari mengungsi, masyarakat kembali menuju Barak Pengungsian Glagaharjo pada Rabu pukul 23.00.

Mereka yang mengungsi terdiri atas 24 lansia, 13 dewasa, dua balita dan dua anak-anak. Panewu Cangkringan Suparmono menjelaskan, warga kembali mengungsi ke barak karena masih merasa khawatir terhadap aktivitas Merapi siang sebelumnya, di mana terus terjadi luncuran awan panas (wedhus gembel)).

Meski rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta bahwa ancaman bahaya beralih ke selatan-barat daya, Suparmono tetap memberikan tempat bagi warga yang ingin turun mengungsi. Warga mengatakan, mengungsi karena di rumah masih merasa deg-degan.

“Ada berapa pun yang ada di barak, tetap kami berikan yang terbaik untuk mereka,” kata Suparmono kemarin (28/1). Ia menambahkan, dari 41 warga yang turun mengungsi, hanya lima orang tetap tinggal di barak pengungsian usai sarapan. Naiknya pengungsi dikarenakan masih adanya ternak yang harus diurus.

“Harus merumput. Sedangkan yang tetap tinggal tidak ada tanggungan ternak atau untuk merumput,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Glagaharjo Suroto menuturkan, sampai kemarin (28/1) pukul 17.00, pengungsi di Barak Glagaharjo masih berjumlah lima orang. Meski belum ada penambahan, pihaknya tetap siap menerima warga yang kapan saja akan datang mengungsi. Jika memang mereka merasa tidak nyaman tinggal di rumah karena aktivitas Merapi yang masih tinggi.

Di barak pengungsian, saat ini ada 20 petugas unit pelaksana yang disiagakan. Setiap hari petugas akan dijadwalkan melakukan penjagaan. Selain itu, armada di kalurahan juga disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjemput warga untuk mengungsi. “Kalau di Kalitengah Lor yang siap adalah armada milik warga,” ungkap Suroto.

Carik Glagaharjo Joko Purwanto mengaku saat ini Barak Pengungsian Galagaharjo sudah tidak ada pengungsi. Lima orang yang berada di barak sudah pulang pada sore hari. “Barak sudah kosong,”  beber Joko kemarin sore. (eno/laz)

Sleman