RADAR JOGJA – Warga Turgo tetap kembali ke kediamannya pasca mengungsi di Barak Pengungsian Purwobinangun. Kepulangan warga untuk memberikan pakan kepada hewan ternak, dibatasi hingga pukul 10.00 WIB.

Jogoboyo atau Kepala Urusan Pemerintahan Kalurahan Purwobinangun Nurhadi membenarkan adanya kepulangan pengungsi. Mayoritas adalah pengungsi laki-laki yang kerap mencari rumput, untuk memberikan pakan ke ternak masing-masing.

“Warga yang pulang itu hanya untuk merumput. Kami sepakati jam 10.00 dijemput. Ini hampir separuh lebih yang pulang, khususnya bapak-bapak,” jelasnya ditemui di barak pengungsian Purwobinangun, Kamis (28/1).

Nurhadi menambahkan, jumlah pengungsi di barak pengungsian Purwobinangun mencapai 153 jiwa. Detailnya terdiri dari 76 pengungsi laki-laki dan 77 pengungsi perempuan. Sementara untuk pengungsi kategori kelompok rentan terdiri dari 36 balita, 1 ibu hamil 15 lansia laki-laki dan 11 lansia perempuan.

Naiknya para pengungsi, lanjutnya, tetap diawasi secara ketat. Alasannya karena masih tingginya aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Terutama muntahan awan panas yang mengarah ke barat daya.

“Selain memberi pakan ternak, adapula yang mengambil kebutuhan hidup. Termasuk warga yang mengambil baju ganti,” tambahnya.

Mekanisme naiknya warga didata dan diatur sedemikian rupa. Dalam kesempatan pihaknya melibatkan Basarnas Jogjakarta. Perannya untuk membantu mobilisasi warga dari barak pengungsian ke kediamannya masing-masing.

Pemantauan warga dilakukan secara langsung. Melibatkan warga kelompok non rentan yang masih bertahan di Dusun Turgo. Selain itu adapula pemasangan portal pintu masuk di Dusun Ngepring, Kalurahan Purwobinangun Pakem.

“Portal ini sebagai screening warga yang lain yang ingin naik ke Dusun Turgo. Kami tidak ingin seperti pengalaman (erupsi Merapi) 2010, ada warga yang naik tanpa sepengetahuan petugas,” ujarnya.

Terkait hewan ternak, Nurhadi memastikan belum ada rencana evakuasi. Hanya saja pihaknya telah menyiapkan lokasi khusus di Dusun Sudimoro. Lokasi tersebut bisa menampung sekitar 100 ternak.

“Ternak belum kami evakuasi, masih koordinasi dengan Dinas Pertanian. Barak ternak sudah siapkan di relokasi huntap Turgo 1994. Bisa menampung 100 ternak. Kalau data, ada sekitar 100 sapi dan 400 kambing di Dusun Turgo,” katanya. (dwi/sky)

Sleman