RADAR JOGJA – Selama 10 bulan pandemi Covid-19, jumlah pelaku industri di Kabupaten Sleman menyusut. Sejumlah industri yang ada di Sleman gulung tikar akibat Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman Dwi Wulandari mengatakan, jumlah semula pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), industri kecil menengah (IKM) dan industri besar awalnya 17.106 pada 2019. Selama 2020 hingga Rabu (27/1) menyusut menjadi 11.362. ”Mayoritas terdampak, hampir 95 persen,” ungkap perempuan yang akrab disapa Wulan saat di kantornya, Rabu (27/1).

Mayoritas industri, di bidang kuliner, kerajinan dan fashion. Di tengah pandemi ini, pelaku usaha kerajinan dan fesyen banyak yang beralih ke bisnis kuliner, terutama frozen food (makanan beku). Kendati begitu, pangsa kelas ekspor mulai membaik. Misalnya industri mebel dan batik. “Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan lockdown di berbagai negara di cabut, ekspor mulai jalan,” beber Wulan.

Menurutnya, pageblug ini memiliki dampaknya cukup besar di berbagai sektor. Lebih buruk dari krisis moneter yang terjadi pada 1998 silam.
Adapun upaya pemulihan ekonomi telah dilakukan. Yakni, dengan membangkitkan kelompok UMKM. Selama pandemi ini sudah 50 UMKM terbentuk. Pihaknya juga mempermudah izin produksi pangan industri rumah tangga (PIRT) dan pengujian produk.

Meski mayoritas industri terdampak, Wulan menyebut, industri herbal dan produk spesifik susu kambing justru laris dipasaran. Bahkan sejak awal pandemi, sama sekali tidak terdampak. “Itu berkaitan dengan kekebalan imun dan dipercaya bisa memperkuat paru-paru,” terangnya.

Untuk menggenjot industri khususnya UMKM bidang batik, Pemkab Sleman memberlakukan pemakaian batik selama tiga bulan berturut-turut. Mulai dari Oktober hingga Desember.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan edaran agar ASN mengenakan pakaian batik khas Sleman. Hal ini dilakukan sebagai upaya menggerakkan perekonomian UMKM terdampak. “Bahkan omsetnya pada naik ada yang naik sampai tiga kali lipat,” sebutnya. (mel/bah)

Sleman