RADAR JOGJA- Satu relawan  yang akan bertugas di barak pengungsian Purwobinangun dan Dusun Turgo diketahui positif terhadap uji rapid antigen. Pasca keluarnya hasil rapid antigen, relawan langsung menjalani isolasi. Untuk selanjutnya dilakukan uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan informasi tersebut. Dia memastikan sang relawan belum bertugas di barak pengungsian. Sehingga belum terjadi kontak interaksi dengan para pengungsi maupun relawan lokal.

“Iya ada satu yang positif tapi dari rapid antigen. Ya lanjut swab PCR dan isolasi. Belum beraktivitas di barak,” jelasnya ditemui di Barak Pengungsian Purwobinangun Pakem, Kamis (28/1).

Makwan menambahkan, screening menggunakan rapid antigen merupakan kebijakan BPBD Sleman bersama Dinas Kesehatan Sleman. Sasarannya adalah para relawan yang berasal dari luar Kalurahan Purwobinangun. Tujuannya untuk mengantisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan barak pengungsian.

Dinkes Sleman sendiri menyediakan 150 kit rapid antigen. Sementara dalam screening awal ini diikuti oleh 68 relawan. Kedepannya, BPBD Sleman akan melakukan rapid antigen secara berkala kepada para relawan.

“Kalau pengungsi tidak ada yang dirapid karena Dusun Turgo itu zona hijau. Antisipasi justru menyasar para relawan yang akan masuk,” tambahnya.

Jogoboyo Kalurahan Purwobinangun Nurhadi menuturkan relawan utama berasal dari Kalurahan Purwobinangun. Langkah ini sebagai antisipasi sebaran Covid-19. Ini karena relawan lokal memiliki riwayat interaksi yang terlacak.

Nurhadi meminta para relawan bersikap bijak. Sejatinya pihaknya tak menghalangi tugas kerelawanan. Hanya saja pandemi Covid-19 menjadi catatan tersendiri dalam mitigasi bencana Gunung Merapi.

“Jadi utamakan relawan lokal. Untuk saat ini masih bisa mengatasi baik untuk kebutuhan di barak pengungsian maupun di dusun Turgo. Petugas relawan kami batasi dari Kalurahan saja,” ujarnya.

Langkah antisipasi juga berlaku di barak pengungsian. Berupa penyediaan hand sanitizer, tempat cuci tangan dan Thermo Gun. Selain itu penyekatan barak pengungsian menjadi 50 bilik.

“Ini antisipasi dengan penerapan protokol kesehatan Covid. Ada petugas yang mengawasi di barak pengungsian dari Dinkes. Tugasnya menjaga dan memastikan yang didalam tetap sehat,” katanya.(dwi/sky)

Sleman