RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas. Kali ini fenomena alam yang akrab dengan nama Wedhus Gembel meluncur sejauh 1.300 meter dari puncak Gunung Merapi. Sementara untuk arah menuju barat daya atau hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Berdasarkan data BPPTKG, kemunculan awan panas ini tercatat pada pukul 18.27. Durasi luncuran awan panas hingga 135 detik. Selain itu juga belum ada laporan hujan abu vulkanik pasca luncuran awan panas.

“Benar ada luncuran awan panas pukul 18.27 sejauh 1.300 meter. Arahnya barat daya atau ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Untuk durasi tercatat selama 135 detik,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Selasa malam (26/1).

BPPTKG juga mencatat kemunculan awan panas pada pukul 16.18. Jarak luncurnya sejauh 1,2 kilometer dengan arah barat daya. Awan panas ini berdurasi 133 detik.

“Seismogram kami mencatat amplitudo sebesar 40 milimeter. Kalau untuk yang sore tinggi kolom tidak teramati karena berkabut dan hujan,” katanya.

Hanik meminta warga di lereng Gunung Merapi tetap waspada. Terutama atas potensi bahaya primer maupun sekunder dari erupsi Gunung Merapi. Baik itu guguran lava, awan panas, hujan abu vulkanik hingga lahar hujan. Terlebih aktivitas vulkanik masih cukup tinggi.

BPPTKG juga menerbitkan rekomendasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi sejauh radius 5 kilometer dari puncak. Adapula radius lontaran material Merapi dengan radius 3 Kilometer dari puncak. Dalam radius tersebut terlarang ada aktivitas warga maupun wisata.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Lalu waspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan. Kami rekomendasikan agar penambangan di alur sungai berhulu Gunung Merapi dalam KRB III dihentikan Sementara waktu,” imbaunya.(dwi/sky)

Sleman