RADAR JOGJA – Pasca erupsi Merapi disertai awan panas, BPBD Sleman memutuskan untuk mengungsikan kelompok rentan RT 03 dan RT 04 Dusun Turgo ke barak pengungsian Purwobinangun Pakem Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan keputusan mengungsikan warga telah matang. Pertimbangan utama adalah aktivitas gunung Merapi yang semakin tinggi. Terutama atas kemunculan awan panas yang selalu diatas 1 kilometer.

“Untuk kondisi sekarang aktivitas Merapi semakin tinggi, jadi warga RT 03 dan RT 04 Turgo kami perintahkan untuk sementara mengungsi. Mulai siang ini,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (27/1).

Keputusan ini semakin kuat dengan adanya komunikasi dengan Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Dalam komunikasi tersebut, BPBD Sleman diberikan wewenang untuk mengambil keputusan. Khususnya terhadap warga di Dusun Turgo Purwobinangun Pakem.

Joko Supriyanto menambahkan, berdasarkan data jumlah kelompok rentan di wilayah ini mencapai sekitar 40 orang. Awalnya beberapa warga sempat pindah tidur. Dari awalnya di kediaman masing-masing menuju SD Sanjaya Tritis.

“Tadi ditelpon bu Hanik(Kepala BPPTKG), diberitahu Merapi aktivitasnya semakin meningkat. Kami dipersilahkan menindaklanjuti gimana baiknya. Ya mengungsi saja demi keamanan warga,” tambahnya.

Warga yang mengungsi, mayoritas menghuni di sekitar kawasan bahaya. Tepatnya di tepi Sungai Boyong. Berdasarkan data, beberapa luncuran lava pijar dan awan panas juga didominasi arah Kali Boyong dan Kali Krasak. “Kalau untuk Kalitengah Lor menurut BPPTKG masih aman karena arah ke barat daya,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman