RADAR JOGJA – Kepulangan para pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor diawali dengan ritual khusus. Berupa pemotongan gunungan lengkap dengan lauk pauknya. Prosesi ada Jawa ini terlebih dahulu diawali dengan doa bersama. Para pengungsi duduk bersama di tenda pengungsian milik BNPB.

Lurah Glagaharjo Suroto menuturkan prosesi ini adalah ada istiadat turun temurun. Prosesi potong tumpeng sendiri merupakan wujud syukur kepada sang pencipta. Terutama atas berkah keselamatan selama mengungsi di barak pengungsian.

“Prosesi adat Jawa yang kita wujudkan dengan tumpengan dan potong ayam. Ini sudah tradisi masyarakat disini. Mengucapkan syukur kepada pencipta, artinya sudah diberi keselamatan saat mengungsi selama 3 bulan,” jelasnya ditemui di Barak Pengungsian Glagaharjo, Selasa (26/1).

Suroto menambahkan, tumpengan ini sebagai wujud syukur karena warga akhirnya bisa pulang ke kediamannya masing-masing. Harapannya kondisi Merapi tetap kondusif. Walau terjadi erupsi namun potensi bahaya tidak terlalu membahayakan warga di sekitarnya.

“Mudah-mudahan dengan kepulangan warga, situasi lebih kondusif dan warga tidak mengungsi kembali. Lalu masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” tambahnya.(dwi/sky)

Sleman