RADAR JOGJA – Kepulangan para pengungsi tak serta-merta peran mitigasi terhadap Gunung Merapi berakhir. Panewu Cangkringan Suparmono memastikan barak pengungsian Glagaharjo tetap siaga. Seluruh sekat bilik tidak akan dilepas. Termasuk kandang darurat ternak juga tak akan dibongkar.

Kebijakan ini mengacu penuh atas status Gunung Merapi. Selama masih berstatus Siaga atau Level III, seluruh fasilitas di barak pengungsian tetap siaga. Termasuk para relawan yang bertugas jaga di barak pengungsian Glagaharjo.

“Kami tetap menunggu kondisi Merapi kedepannya seperti apa. Jadi memang tidak dibongkar, kalau sewaktu-waktu (pengungsi) turun lagi maka tetap siap. Kandang komunal untuk ternak juga tetap siaga,” jelasnya ditemui Barak Pengungsian Glagaharjo, Selasa (26/1).

Suparmono mengatakan, seluruh fasilitas barak pengungsian, lanjutnya, tetap berada di kawasan Kantor Kalurahan Glagaharjo. Beberapa disimpan di gudang penyimpanan. Adapula yang diberikan kepada para pengungsi. Terutama untuk kasur dan selimut.

“Ada sebagian kasur untuk pengungsi. Sebagian fasilitas tetap disini dulu (barak pengungsian Glagaharjo). Kalau ada apa-apa tidak usah pengadaan lagi,” katanya.

Lurah Glagaharjo Suroto memastikan seluruh fasilitas di barak pengungsian Glagaharjo tetap siaga. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan para relawan. Termasuk berkonsultasi dengan jajaran BPBD Sleman.

Suroto memastikan para relawan tetap siaga penuh. Terlebih kondisi Gunung Merapi masih fluktuatif. Bedanya peran kali ini mulai fokus pada pemantauan aktivitas kegunungapian. Baik atas ancaman guguran, awan panas, hujan abu vulkanik hingga lahar hujan.

“Relawan tetap antisipasi hal yang tidak diinginkan kaitannya tentang Merapi. Setidaknya siaga sekitar 100an relawan yang tersebar di setiap dusun. Kalau barak, akan kami bongkar kalau status Merapi turun jadi normal kembali,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman