RADAR JOGJA –Warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi di barak Desa Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman dipulangkan Selasa (26/1), pemulangan menggunakan kendaraan milik warga.

Pertimbangan adalah terbitnya rekomendasi arah potensi bahaya Gunung Merapi yang baru dari BPPTKG. Berupa potensi luncuran erupsi yang didominasi arah barat dan barat daya.

Keputusan pemulangan para pengungsi ini juga mengacu Surat Keputusan Bupati Sleman. Berupa pemulangan para pengungsi yang berasal dari Dusun Kalitengah Lor. Seluruhnya diijinkan pulang setelah radius tinggal tersebut relatif lebih aman.

“Memulangkan pengungsi sejumlah 187 orang ke Dusun Kalitengah Lor. Pertimbangannya ya setelah terbit rekomendasi dari BPPTKG bahwa untuk arah erupsi Merapi sekarang ke barat daya. Ditindaklanjuti surat Pak Bupati (Sleman) agar masyarakat Kalitengah Lor bisa pulang,” jelas Lurah Glagaharjo Suroto, ditemui di Barak Pengungsian Glagaharjo, Selasa (26/1).

Para pengungsi tercatat telah mengungsi selama 81 hari. Turunnya para pengungsi berawal dari peningkatan status Gunung Merapi menjadi Siaga atau Level III. Alhasil para kelompok rentan dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi wajib mengungsi.

Meski telah pulang, namun Suroto meminta masyarakat Kalitengah Lor tetap waspada. Mengingat ancaman erupsi Gunung Merapi masih cukup tinggi. Baik atas potensi guguran, awan panas, hujan abu vulkanik maupun lahar hujan.

“Kepulangan ini tetap bersyarat, karena status Merapi masih siaga. Segala sesuatunya masih bisa terjadi. Yang pasti zona 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi  tidak boleh ada aktivitas,” katanya.

Suroto menambahkan, langkah antisipasi telah disiapkan oleh jajarannya. Berupa patroli rutin di wilayah Kalitengah Lor. Fungsinya untuk memantau dan mengingatkan warga akan potensi bahaya Gunung Merapi. Terutama kepada para warga yang masih mencari rumput di sekitar lereng Gunung Merapi.

“Akan sambangi terus, mewanti-wanti agar tidak beraktivitas di radius 3 kilometer. Terutama saat mencari rumput. Zona ini ada ancama lontaran meterial jika letusan Merapi nanti munculnya eksplosif,” tambahya.

Sekretaris Daerah Pemkab Sleman Harda Kiswaya berpesan agar warga juga taat protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, ancaman saat ini tak sekadar erupsi Gunung Merapi. Kondisi pandemi Covid-19 tentu wajib menjadi catatan tersendiri.

Harda meminta agar status hijau terhadap Covid-19 di Dusun Kalitengah Lor tetap dipertahankan. Terlebih jumlah kelompok rentan khususnya lanjut usia di dusun ini cukup banyak. Sehingga penerapan prokes Covid-19 setibanya di kediaman juga sangat penting.

“Disiplin prokes tetap dijaga, pakai masker, jaga jarak dan ini upaya pencegahan Covid-19. Sama seperti saat di pengungsian selama ini, jadi budaya ini tetap dibawa setelah pulang ke rumah masing-masing,” pesannya.(dwi/sky)

Sleman