RADAR JOGJA – Berbeda dengan harga daging sapi di beberapa wilayah di Jawa Barat yang belum lama ini mengalami kenaikan. Namun, di Sleman harga daging sapi masih cukup stabil karena ketersediaan daging lokal.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Nia Astuti menjelaskan, harga daging sapi di Sleman masih berkisar Rp 111.000 per kilogram. Sedangkan harga tertinggi di Pasar Pakem berkisar Rp 125.000 per kilo dan harga terendah di Pasar Sleman seharga Rp 125.000 per kilogram.

Menurut dia, harga daging sapi di Kabupaten Slemam cenderung stabil karena tingkat konsumsi yang tidak begitu banyak. Ditambah dengan adanya pemberlakuan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), membuat masyarakat tidak banyak memgadakan acara hajatan. “Sejauh ini konsumsi daging sapi di Sleman juga tidak terlalu tinggi,” kata Nia Minggu (24/1).

Setiap bulan, lanjutnya, konsumsi masyarakat Sleman terhadap daging hanya mencapai 18,5 ton. Yang mana, ketersediaan daging sapi mengandalkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Kota Jogja dan Bantul untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Nia mengaku, pihaknya juga selalu memantau pasar dan peternak untuk memastikan ketersediaan stok daging sapi. Selain itu Disperindag juga berkoordinasi dengan Bulog terkair ketersediaan stok daging kerbau. “Sebagai subsitusi jaga-jaga seandainya harga daging sapi tidak terkendali,” ungkap Nia

Nia menegaskan, selain adanya ketersediaan daging lokal dan adanya PTKM, berkurangnya operasional hotel dan restoran juga mempengaruhi kestabilan harga daging sapi. Hal ini membuat konsumsi daging tidam tinggi dan ketersediaan daging merata di seluruh pasar. (eno/pra)

Sleman