RADAR JOGJA – Puluhan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, memilih untuk tidur di SD Sanjaya Tritis pada Rabu  (20/1) malam. Warga memilih untuk tidur di bangunan sekolah SD Sanjaya Tritis, tepatnya menggunakan salah satu ruang kelas sebagai tempat istirahat. Ruangan ini hanya beralaskan tikar dan kasur busa tipis yang  merupakan.

Warga yang memilih tidur di ruangan ini  merupakan   kelompok rentan yang trauma dan khawatir terhadap aktivitas Gunung Merapi, khususnya guguran lava pijar pada malam hari.

Panewu Pakem Suyanto menuturkan ada beberapa warga Dusun Turgo yang memilih untuk turun. Pertimbangan utama adalah demi keamanan dan kenyamanan selama Merapi mengalami erupsi. Terlebih saat ini ancaman potensi bahaya mulai mengarah ke barat daya.

Kawasan Dusun Turgo sendiri tepat berada di sisi barat daya Gunung Merapi. Tepatnya berada di aliran Kali Boyong. Berdasarkan catatan BPPTKG, guguran material, guguran lava pijar maupun awan panas guguran sempat mengarah ke hulu Kali Boyong.

“Benar sejak Rabu malam (20/1) sudah turun, berarti sudah dua malam kalau sama Kamis (21/1). Alasan turun supaya warga kan istilahnya menghendaki supaya merasa aman. Bisa tidur tenang,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/1).

Suyanto menambahkan,berdasarkan data sementara, jumlah warga yang turun sebanyak 47 orang, Rabu. Lalu meningkat jadi sekitar 60 orang di hari berikutnya, Kamis. Para warga, tidak menginap, karena pagi harinya kembali ke kediaman masing-masing.

“Itu hanya pergeseran jadi gedung terdekat di SD Sanjaya Tritis, tidak terlalu jauh dari kediaman tapi dirasa lokasinya aman. Sebenarnya barak di bawah juga sudah siap, tapi kami ngikut keinginan warga dulu,” tambahnya.

Para warga yang turun didominasi kelompok rentan. Baik para lanjut usia, ibu hamil, bayi dan balita hingga disabilitas. Seluruhnya memilih untuk bergeser tidur ke SD Sanjaya Tritis. Sekolah ini sendiri berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Suyanto memastikan belum ada kebijakan mengevakuasi warganya. Terlebih rekomendasi BPPTKG saat ini masih dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sementara untuk Dusun Turgo berada diatas radius 5 kilometer.

“Kalau untuk kebutuhan logistik semua sudah siap. Sudah ada unit yang siaga di Purwobinangun dan posko BPBD di Pakem juga sudah siap,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman