RADAR JOGJA – Kepala Seksie Mitigasi BPBD Sleman Joko Lelono mengapresiasi turunnya para warga Dusun Turgo. Pihaknya tak mempermasalahkan inisiatif para warga lereng Gunung Merapi tersebut. Terlebih pertimbangan utama adalah keselamatan jiwa selama Merapi mengalami erupsi.

Joko Lelono menyaksikan sendiri warga mulai berangsur turun, Kamis malam (21/1). Berdasarkan pantauan tersebut, warga yang turun didominasi kelompok rentan. Seluruhnya tidur menggunakan ruang kelas yang ada di SD Sanjaya Tritis.

“Tadi malam ¬†saya disana terus teman-teman Basarnas juga ada disana. Memang ada warga Turgo yang turun, terutama kelompok rentan yang merasa trauma. Itu tidak apa-apa, kami juga tidak melarang,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/1).

Joko memastikan pergeseran warga tersebut inisiatif pribadi. Apalagi hingga saat ini belum ada kebijakan mengevakuasi warga Dusun Turgo. Ini karena BPPTKG masih beracuan pada zona potensi bahaya radius 5 kilometer.

Terkait kesiapan, Joko memastikan barak pengungsian di Kapanewon Pakem telah siap. Salah satunya adalah barak pengungsian Kalurahan Purwobinangun. Lokasi pengungsian ini berjarak 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Logistik juga sudah siap di Posko BPBD Pakem. Semalam itu minta logistik untuk 25 jiwa. Sudah kami kirimkan ke SD Sanjaya Tritis. Tetap kami siapkan semuanya, walau statusnya hanya bergeser tidur saja,” katanya.

Untuk sarana prasarana tengah disusun secara berkala. Salah satunya adalah pengadaan lampu darurat. Fungsinya sebagai penerangan jalur evakuasi warga. Termasuk pemasangan di depan gedung SD Sanjaya Tritis.

Radar Jogja mendapati adanya pemasangan  lampu darurat di depan Gedung SD Sanjaya Tritis. Lokasinya tepat berada di sisi timur, tepatnya menerangi ruas jalan dan bangunan sekolah. Lampu darurat ini terpasang di batang pohon.

“Lampu darurat ini kalau tidak salah kemarin memang ada permintaan BTT (belanja tak terduga). Belum tahu untuk apa saja, intinya sudah ada yang turun. Disisi lain juga belum ada rapat koordinasi lebih lanjut,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman