RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menegaskan vaksin Sinovac bukanlah penyebab Bupati Sleman Sri Purnomo terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya ada faktor kebetulan atas munculnya kasus. Terutama bertepatan setelah menjalani program vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan penelusuran kasus, Sri Purnomo merupakan kontak erat salah satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Sleman. Tepatnya sempat kontak erat Senin lalu (18/1). Sementara untuk kegiatan vaksinasi sudah berlangsung sepekan lalu, Kamis (14/1).

“Bukan positif karena vaksin, kebetulan saja seminggu lalu vaksin dan hari ini positif (Covid-19). Jadi tidak ada kaitannya. Sinovac diberikan 2 kali, kalau 1 kali belum berikan efek kekebalan atau antibodi,” jelasnya, Kamis (21/1).

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini menjelaskan detil vaksinasi. Sri Purnomo terpilih sebagai salah satu tokoh di Sleman yang menjalani program vaksinasi Covid-19. Kala itu kondisi kesehatan sang Bupati juga dinyatakan sehat. Termasuk tak memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Joko juga menjelaskan kenapa Sri Purnomo masih bisa terpapar Covid-19. Dia memastikan vaksinasi bukan jaminan tidak tertular Covid-19. Seseorang yang telah menjalani vaksin tetap bisa terkena virus penyakit.

“Simpelnya seperti ini, sebelum dan sesudah vaksin bedanya kalau terkena Covid-19 akan tidak terlalu berat. Ini karena virus yang masuk lebih sedikit dibandingkan kalau belum divaksin,” katanya.

Itulah mengapa pemerintah tetap meminta penerima vaksin disiplin protokol kesehatan. Ini karena pasca vaksin bukan semata-mata bebas dari paparan Covid-19. Walau untuk potensi tertular juga lebih kecil.

“Jadi kalau sudah divaksin, tubuh akan mulai membentuk kekebalan. Lalu ada sesi penyuntikan vaksin yang kedua kalinya. Ini sifatnya sebagai booster atau penguat agar imunitas tubuh mencapai puncak,” ujarnya.

Joko menambahkan, tercatat ada 10 tokoh di Kabupaten Sleman termasuk Sri Purnomo yang mendapatkan vaksin Covid-19 perdana. Seluruhnya menjalani suntik vaksin di Puskesmas Ngemplak II, Kamis (14/1). Lalu menjalani lagi vaksin kedua dalam rentang waktu 2 Minggu setelahnya.

Terkait waktu untuk vaksin kedua, Joko belum bisa memastikan. Ini karena pihaknya masih menunggu pengiriman vaksin Sinovac termin kedua. Untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman.

“Ancer-ancernya untuk vaksin kedua itu 28 Januari besok, tapi tetap menunggu kepastian vaksin datang atau belum,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman