RADAR JOGJA – Pengelola jip Merapi menyediakan trip khusus untu melihat guguran lava pijar Gunung Merapi. Penyediaan trip tersebut, untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki minat khusus melihat guguran lava pijar.

Ketua Asosiasi Jeep Sisi Barat, Dardiri menjelaskan, ketertarikan khusus untuk melihat dan mengabadikan momen guguran lava pijat biasanya datang dari kalangan anak muda. Berasal dari wilayah DIJ dan Jawa Tengah.

Trip khusus yang disediakan, dilakukan saat hari terang. Untuk bisa melihat lava pijar, membutuhkan waktu 4-5 jam. Dengan tarif yang dipatok sekitar Rp 600 ribu untuk satu jeep. ”Akan disiapkan makanan juga. Namun saat ini masih sepi,” beber Daldiri kemarin (19/1).

Berkaitan dengan kewaspadaan situasi Gunung Merapi saat ini, Daldiri mengaku telah mengimbau kepada para sopir jip agar tetap mengambil spot yang ada di zona aman. Dalam trip yang disediakan pihaknya, setidaknya ada 3 spot yang bisa didatangi untuk meligat guguran lava pijat.

Yakni spot Batu Alien, parkir Ngrangkah, dan Gardu Pandang. Yang mana lokasi tersebut masih berada di luar jarak bahaya yakni lebih dari 5 kilometer dari puncak Merapi. Selain itu, sopir juga diharuskan membawa HT agar bisa setiap saat memantau kondisi Merapi. “Kita ambil spot di zona aman,” ungkapnya.

Daldiri mengaku, pihaknya juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam trip yang disediakan. Yakni dengan membatasi penumpang armada. Jika pada hari biasa satu armada jip bisa digunakan untuk 4 orang beserta sopir, maka di masa pandemi hanya dibatasi menjadi 3 orang. “tiga orang sudah termasuk driver,” kata Daldiri.

Sementaran itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengaku tidak masalah denga adanya wisatawan yang melihat lelehan lava pijar. Mengingat jarak maksimal lelehan lava pijar saat ini sejauh 1,8 kilometer. Hanya saja, perlu diingat terkait adanya pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) hingga Minggu (25/1). ”Inilah yang dijaga jangan sampai ada kerumunan,” kata Joko. (eno/bah)

Sleman