RADAR JOGJA – Pemasangan patok trase tol Jogjakarta-Bawen mulai dilakukan Selasa (19/1). Pemasangan patok di ruas sepanjang 8,25 kilometer itu di mulai dari Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel. Tepatnya di Selokan Mataram, selatan SMPN 2 Tempel.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIJ Krido Suprayitno mengatakan, pembangunan trase tol Jogja-Bawen ini melintasi tiga kapanewon, tujuh kalurahan dan 28 padukuhan. Yakni Kapanewon Tempel, Mlati, dan Seyegan. Di Kapanewon Tempel meliputi Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberrejo. Lalu Kapanewon Mlati melintasi Kalurahan Tirtoadi. Sedangkan di Seyegan meliputi Kalurahan Margokaton, Margodadi dan Margomulyo.

Dijelaskan, ada 915 bidang terdampak dalam proyek jalan bebas hambatan ini dengan luasan mencapai 49,6 hektare. “Pemasangan patok ini diperkirakan selesai dalam dua bulan,” ungkap Krido Selasa (19/1).

Proses pemasangan patok ini dilakukan secara simbolis. Diawali dengan pengecoran semen oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Turut juga dihadiri Bupati Sleman Sri Purnomo.

(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Dalam kesempatan itu, Bupati Sri Purnomo menyambut baik rencana pembangunan jalan tol di DIJ. Menurutnya, pembangunan ini menjadi perhatian utama pemerintah. Sebab, berkaitan dengan proyek strategis nasional. Adanya jalan tol ini memudahkan atau memperlancar akses antarwilayah. Selain itu mewujudkan pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah.

Pembangunan jalan tol ini sebagian besar berada di wilayah Sleman. Bupati menyebut ini akan memberikan dampak dan manfaat bagi pembangunan wilayah dan struktur keruangan di Bumi Sembada. Pihaknya telah menerbitkan Perda Nomor 12 Tahun 2012. Isinya tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031. Tentang amanat pembangunan jalan tol yang terdiri atas dua ruas. Selain di jalur ini juga ada jalur Jogjakarta-Solo.
“Diharapkan pembangunan jalan tol ini lancar , tanpa hambatan dan halangan suatu apa pun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sri Purnomo.

Gubernur HB X menambahkan, trase jalan tol ini terbagi menjadi enam seksi yang menyatukan kawasan Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar). Dia berharap adanya infrastruktur jalan tol ini akan mempermudah konektivitas. Selain itu, mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan antarwilayah,” katanya.

Sebelumnya, pematokan trase jalan tol lebih dulu dilakukan di rute Jogja-Solo dan sudah memasuki ganti untung lahan tahap pertama di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, pada 8 Januari lalu. Rute ini sepanjang 97 km, membentang dari Solo, Jogjakarta, Kulonprogo, hingga Purworejo. (mel/laz)

Sleman