RADAR JOGJA – Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 2021 mulai didistribusikan. Ibu hamil dan menyusui termasuk yang mendapatkan bantuan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargkno menjelaskan, program tersebut adalah program lama dari pemerintah pusat. Informasi yang tidak tersampaikan secara menyeluruh ke warga, menyebabkan beberapa ibu hamil datang ke Dinsos Sleman menanyakan perihal bantuan tersebut.

Tercatat, warga Sleman yang sudah terverifikasi hingga masuk Data Terpadu Kesejahateran Sosial (DKTS) per Oktober 2019 sebanyak 360.241 orang. Namun dari jumlah tersebut, warga yang berhak masuk ke PKH adalah 42.300 orang. “Yang menentukan bisa masuk dalam PKH itu kewenangan dari pusat,” kata Eko kemarin (18/1).

Menurut Eko, untuk ibu hamil dan menyusui yang bisa menerima bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun adalah yang sudah masuk PKH. Selain itu, mereka mendapatkan jatah bantuan yang dibayasi hingga anak kedua saja. “Bantuan bagi ibu hamil dan menyusui mulai disalurkan awal Januari ini,” lanjutnya.

Selain ibu hamil dan menyusui, kata Eko, ada komponen lain yang bisa menerima bantuan PKH. Seperti keluarga kurang mampu yang memiliki anak SD hingga SMA. Dengan jumlah bantuan Rp 900 ribu per tahun untuk anak SD, jenjang SMP menerima bantuan Rp 1,5 juta, dan Rp 2 juta untuk anak yang duduk di bangku SMA.

Untuk lansia dan penyandang disabilitas, lanjut Eko, juga masuk dalam komponen penerima bantuan PKH. Besaran bantuannya adalah Rp 2,4 juta per tahun yang diberikan dalam empat tahap. Untuk mencegah penerima PKH mendapatkan bantuan lainnya, Dinsos telah bekerjasama dengan pemerintah Kalurahan hingga Padukuhan. Pihaknya juga melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui tim penanggulangan kemiskinan untuk memastikan yang bersangkutan berhak menerima PKH atau tidak.

Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Sleman Suryantoro menambahkan, pihaknya selalu melakukan pemutakhiran data setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan agar penerima bantuan tepat sasara. Tercatat dari 42.300 orang penerima PKH, komponen ibu hamil dan menyusui ada sebanyak 149 orang.

Sedangkan jumlah untuk anak usia dini 6.915, anak SD sebanyak 15.765, anak SMP sebanyak 10.070 dan penerima bantuan anak SMA sejumlah 12.368 orang. “Untuk komponen lansia sebanyak 18.494 orang dan penyandang disabilitas sebanyak 548,” ungkap Suryantoro.(eno/pra)

Sleman