RADAR JOGJA – Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto memastikan seluruh barak pengungsian sisi barat Merapi siap. Terutama di wilayah Purwobinangun, Hargobinangun, Girikerto dan Wonokerto. Walau begitu keempat Kalurahan tersebut masih berada diluar zona potensi bahaya Merapi.

Joko memaparkan detil wilayah zona bahaya sisi barat daya. Untuk Kalurahan Wonokerto meliputi Dusun Tunggularum, Kalurahan Girikerto meliputi Dusun Ngandong, Tritis Kulon dan Sidorejo. Lalu untuk Kalurahan Purwobinangun di Dusun Turgo.

“Purwobinangun sudah kami siapkan dua barak, kapasitasnya karena ada Covid-19 jadi 150 orang per barak. Lalu di Girikerto dan Wonokerto juga sudah siap dengan sekat sebagai antisipasi Covid-19,” jelasnya ditemui di Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman, Selasa (19/1).

Walau begitu, Joko memastikan belum ada kebijakan menurunkan warga sisi barat. Ini karena seluruh wilayah berada di luar zona potensi bahaya. Sesuai ketentuan BPPTKG zona bahaya beradius 5 kilometer dari puncak gunung Merapi.

Detil radius perwilayah mulai Dusun Turgo berjarak 6,5 kilometer. Lalu wilayah Dusun Tunggularum berjarak 7,5 kilometer. Sebagai antisipasi, setiap wilayah telah memiliki relawan dan skema mitigasi erupsi Merapi.

“Sesuai SOP dalam status siaga yang ditentukan penduduk rentan diungsikan itu yang huniannya berjarak kurang dari 5 kilometer.  Kalau yang sisi barat itu, seluruh hunian masih diatas 5 kilometer jadi belum perlu diungsikan,” katanya.

Joko menambahkan, selain bahaya erupsi, Joko juga memantau potensi munculnya lahar hujan. Berupa material vulkanik yang muncul dari puncak Gunung Merapi. Material berupa pasir dan batu ini turun saat terjadi hujan deras di kawasan puncak.

Berdasarkan pemantauan, kawasan hulu sungai tidak penuh material. Terlebih sudah tak terjadi kiriman lahar hujan sejak erupsi terakhir, tepatnya 2010. Artinya seluruh aliran sungai berhulu Merapi siap menampung material lahar hujan.

“Sampai saat ini material di atas (puncak Gunung Merapi) tidak terlalu banyak jadi mengalirnya sedikit. Tidak mengkhawatirkan,” tambahnya.(dwi/sky)

Sleman