RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan dan angin kencang. Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak hujan terjadi pada Januari ini.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan, bencana metrohidrologi masalah angin dan hujan perlu diwaspadai. Namun berdasarkan pantauannya sejak musim penghujan datang belum dijumpai kejadian (bencana, red) yang signifikan.”Kejadian longsor ada, tapi tidak begitu besar. Sekitar 2-3 meter luasnya dan sudah tertangani langsung oleh warga,” ungkap Joko kemarin (17/1).

Kejadian longsor ini, kata Joko, biasanya terjadi di wilayah Prambanan. Skalanya kecil dan tidak menimbulkan kerusakan material maupun korban. Kejadian angin kencang, sebut Joko, ada tapi kecil. ”Tak menyebabkan pohon tumbang. Nah, kalau banjir nihil. Hanya saja, dibeberapa ruas jalan kerap tergenang air lantaran terjadi penyumbatan sampah,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya mengantisipasi bencana metrohidrologi dengan menyiapkan peralatan dan tenaga yang di pusatkan di Posko Pakem. Antisipasi lain, yakni pemangkasan pohon juga sudah dilakukan sejak November 2020 lalu. “Alhamdulillah kebakaran nihil,” katanya.

Terkait antisipasi ini, pihaknya juga sudah membentuk desa tangguh bencana (Destana). Jumlahnya, 68 desa dari total 86 desa. Dia mengatakan, hampir semua wilayah rawan bencana di bumi sembada ini sudah memiliki destana. Hanya saja, desa di wilayah yang minim risiko bencana (dilihat dari kondisi geografis dan jumlah kasus kebencanaan alam kecil). ”Belum semua memiliki destana,” terangnya.

Tak hanya bencana metrohidologi, Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho Utama menambahkan, khususnya masyarakat yang tinggal di lereng Merapi juga diminta antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas merapi. Pihaknya, mendorong pemberdayaan komponen masyarakat kalurahan setempat untuk kesiapsiagaan erupsi Merapi. Hal ini sudah tercantum dalam rencana kontingensi kalurahan masing masing. ”Jika ada kesenjangan kebutuhan personel maupun sumberdaya pendukung, akan diperhitungkan pemenuhannya dari Posko Utama PDB Kabupaten,” imbuhnya. (mel/bah)

Sleman