RADAR JOGJA – Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar 36 kali dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer ke barat daya Minggu (17/1). Data luncuran tersebut didapatkan berdasarkan pemantauan yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pukul 00:00 hingga 06:00.

Selama periode pengamatan itu, Merapi juga mengalami 43 kali gempa guguran. Sedang pada pengamatan yang dilakukan kemarin mulai pukul 12 siang hingga 6 sore, tidak ada lava pijar yang teramati keluar dari puncak Merapi.

BPPTKG menyatakan jika ancaman potensi maupun daerah bahaya Gunung Merapi mengalami perubahan, yakni sepanjang alur sungai di sisi Barat Daya.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, perubahan potensi ancaman maupun daerah bahaya Gunung Merapi membuat BPPTKG memperbarui rekomendasi bahaya Gunung Merapi. Hal tersebut mengindikasikan masyarakat yang berada di luar potensi ancaman maupun daerah bahaya Gunung Merapi diperbolehkan untuk pulang.

Agus menegaskan, masyarakat yang berada di luar wilayah bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG tidak lalai. “Artinya, masyarakat juga dimintanya untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi,” katanya.

Agus juga menjelaskan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. Sedangkan, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Gunung Merapi mulai memasuki fase erupsi baru, yakni erupsi 2021 sejak 4 Januari 2021. Hal itu ditandai dengan teramatinya api diam dan lava pijar yang muncul di dasar Lava 1997.

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, Biwara Yuswantana mengatakan, hingga saat ini belum ada kebijakan baru dari BPBD DIJ. Termasuk untuk memulangkan warga yang mengungsi di sekitar Gunung Merapi.

Pihaknya akan memantau terlebih dahulu perkembangan aktivitas Merapi dalam empat hari ke depan, setelah itu akan segera memutuskan membuat kebijakan selanjutnya. “Ada 328 pengungsi masih diminta untuk tetap bertahan di barak pengungsian Glagaharjo,” tandasnya. (kur/bah)

Sleman