RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melaporkan salah satu early warning system (EWS) di Kali Krasak rusak. Penyebabnya adalah sambaran petir beberapa waktu lalu. Imbasnya tak hanya menara, modul EWS juga ikut terdampak.

Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono menuturkan kerusakan berdampak cukup signifikan. Ini karena sirine peringatan dini tak bisa menyala. Pihaknya tengah melakukan upaya perbaikan secepat mungkin.

“Kalau krusialnya di sirine, tapi untuk CCTV masih hidup. Jadi sebenarnya masih bisa melakukan pengawasan. Sirine ini yang kena dari ampli sampai ke perangkat modul,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (15/1).

Secara umum, Joko memastikan kondisi EWS masih siap. Baik untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi maupun banjir lahar hujan. CCTV pemantau tetap optimal, termasuk sirine peringatan dini.

Pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala. Tepatnya di aliran sungai yang berhulu Gunung Merapi. Baik di Kapanewon Cangkringan hingga Kapanewon Turi.

“Kalau secara umum ya semuanya siap, tapi tetap kami periksa berkala. Jangan sampai EWS tak berfungsi padahal ini preventif dini,” katanya.

Joko menambahkan, terkait kondisi lapangan, pihaknya melakukan pemeriksaan intensif. Terutama atas potensi aliran banjir lahar hujan. Salah satunya adalah kawasan Kali Gendol. Titik ini merupakan arah guguran material dari kawah sisi tenggara.

Kali Gendol siap menampung luapan lahar hujan, ini karena tebing kawasan tersebut sudah sangat tinggi. Penyebabnya adalah aktivitas penambangan pasir pasca erupsi Merapi 2010.

“Kalaupun sampai ke bawah, di talud Gadingan sudah bagus dan tinggi. Tapi tetap kami petakan potensi bahayanya, seperti di Kapanewon Ngemplak itu ada Sindumartani dan Bimomartani,” ujarnya.

Kondisi berbeda justru terjadi di kawasan aliran Kali Boyong, tepatnya di Dusun Kemiri Purwobinangun Pakem. Titik ini berpotensi terjadi luberan lahar hujan. Adapula potensi bahaya di Kalurahan Candibinangun hingga Kalurahan Donoharjo.

“Sementara untuk di aliran Kali Krasak terpantau juga adanya potensi bahaya. Mulai dari Merdikorejo terus Wonokerto sampai di Pondokrejo,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman