RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi orang pertama di Sleman yang mendapat suntikan Vaksin Covid-19 , di Puskesmas Ngemplak 2, Kamis (14/1).

Bupati Sleman Sri Purnomo memastikan vaksin Sinovac aman bagi tubuh. Pasca menjalani vaksinasi, dia tak merasakan efek samping apapun.

Baik alergi gatal hingga gejala-gejala lainnya. Sri Purnomo, menuturkan penerima vaksin bisa langsung beraktivitas normal.

Pernyataan ini diutarakan olehnya pasca 30 menit vaksinasi. Sesuai ketentuan, penerima vaksin diminta menunggu selama 30 menit. Untuk memastikan tak ada efek samping. Tak hanya SP, tapi juga kesembilan prioritas penerima vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) lainnya.

“Setelah menunggu reaksinya 30 menit, tadi vaksin jam 11 kurang 10 menit, tidak ada efeknya (efek samping). Rasanya biasa sepeti digigit semut, mak clekit begitu, lalu dipegang tidak terasa. Sama seperti waktu kecil (vaksin) cacar seperti itu,” jelasnya ditemui usai menerima Vaksin Covid-19 di Puskesmas Ngemplak II, Kamis (14/1).

SP mengimbau warga tak perlu khawatir atas vaksin Sinovac. Dia meminta masyarakat lebih bijak dan tak termakan isu hoax. Terlebih saat ini seluruh proses dan informasi tentang vaksin Sinovac dibuka lebar.

Sleman sendiri menerima 12.380 dosis vaksin Sinovac untuk tahap pertama. Prioritas penerima awal adalah tenaga kesehatan di Kabupaten Sleman. Sementara secara total, terdapat 4 tahapan pengiriman vaksin.

“Sasarannya 70 persen penduduk Kabupaten Sleman. Kami nanti berikan ke masyarakat secara bertahap. Tidak perlu takut, dari sisi BPOM ijin sudah terbit lalu juga sertifikasi halal oleh MUI,” katanya.

Sri Purnomo menambahkan, berdasarkan data, Sleman memiliki 52 fasilitas pelayanan kesehatan vaksinator Covid-19. Terdiri dari 25 Puskemas, 24 rumah sakit dan 3 klinik kesehatan. Semuanya telah mendapatkan pelatihan penyuntikan vaksin Covid-19.

“Jika besok mendapatkan notifikasi menerima vaksin, kami sarankan cukup di puskesmas masing-masing. Mana yang lebih dekat dan cepat agar lancar,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan telah berjalan. Waktunya bersamaan dengan tokoh-tokoh Kabupaten Sleman. Hanya saja pelaksanannya di instansi kesehatan masing-masing.

Pihaknya menargetkan vaksinasi tahap awal di Sleman rampung dalam 5 hari kedepan. Sasarannya sebanyak 12.380 orang atau sejumlah dosis vaksin Sinovac yang diterima. Skemanya adalah vaksinasi dalam tiga sesi setiap harinya. Setiap sesi diberikan kuota sebanyak 20 orang.

“Hitung-hitungan matematis lima hari selesai. Faskesnya ada 52 unit, sehari bisa 60 orang, kalau 4 hari bisa 240 orang. Itu dikalikan butuh waktu 5 hari. Tapi kita beri surveillance dua Minggu, setidaknya akhir Januari selesai,” katanya. (dwi/sky)

Sleman