RADAR JOGJA- Bupati Sleman Sri Purnomo meminta masyarakat tak takut akan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dia memastikan vaksin Sinovac tersebut aman bagi tubuh manusia.

Selain telah mendapatkan sertifikasi lolos uji klinis dari BPOM juga sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya tindakan medis tersebut penting bagi kelangsungan hidup manusia. Khususnya dalam menghadapi penularan Covid-19 di lingkungan. Terlebih saat ini angka sebaran kasus tergolong sangat tinggi.

“Masyarakat tidak perlu swab antigen lalu juga vaksin. Tokoh-tokoh penting diluar negeri seperti Joe Biden lalu ratu Elizabeth dan Paus Vatican siap divaksin. Agar bisa kebal dari Covid-19,” jelasnya ditemui di Kantor Setda Pemkab Sleman, Rabu (13/1).

Disatu sisi, SP, sapaannya, tak menampik ada fenomena penolakan vaksinasi. Hanya saja tindakan ini menurutnya kontra produktif. Apalagi vaksin Sinovac telah melalui sejumlah pengujian. Ditambah adanya label halal dari MUI.

“Silakan ikut vaksinasi, dari semua kalangan tokoh dan publik figur sudah duluan divaksin. Kalau nanti ada yang menolak ya kami edukasi,” ujarnya.

Sri Purnomo menambahkan, dalam tahapan pertama, Kabupaten Sleman mendapatkan jatah 12.342 dosis vaksin Sinovac. Sementara untuk pengiriman vtermin pertama sebanyak 10.000 dosis. Sisanya akan dikirimkan Senin mendatang (18/1).

Prioritas utama penerima vaksin ini adalah tenaga kesehatan. Selain itu adapula beberapa perwakilan tokoh di setiap wilayah. Kick off penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan di Puskemas Ngemplak II, Kamis (14/1).

“Besok sekitar jam 9 sampai 10 pagi akan divaksinasi untuk gelombang pertama 10 orang. Prinsipnya kami siap kemudian nanti akan terus berlanjut ke tenaga kesehatan sebagai tahapan pertama penerima vaksin,”tambahnya.

Secara umum, SP berharap seluruh masyarakat Sleman mendapatkan vaksin Covid-19. Hanya saja dia menyadari adanya keterbatasan jumlah dosis vaksin. Itulah mengapa pemberian vaksin dilakukan bertahap. Termasuk adanya skala prioritas penerima vaksin.

“Kalau vaksin kami minta sebanyak-banyaknya, tapi kami juga memahami semua memang membutuhkan vaksin tapi juga terbatas. Idealnya semua diberi vaksin, mungkin nanti 70 persen atau lebih nanti bisa bagus,” katanya. (dwi/sky)

Sleman