RADAR JOGJA – Dukuh Tunggul Arum, Wonokerto Turi Kristanto mengatakan ada kerusakan jalur evakuasi di wilayahnya.

Tepatnya di sisi barat pos pantau Tunggul Arum. Kerusakan jalur evakuasi sepanjang 1 kilometer. Jalur ini menghubungkan antara Dusun Tunggul Arum dengan Dusun Gondoarum.

Kristanto berharap kerusakan tersebut segera diperbaiki. Mengingat akses jalur evakuasi sangatlah penting sebagai mitigasi bencana. Khususnya bagi warga Tunggul Arum sisi barat.

“Letaknya 100 meter dari pos pantau ke sisi barat. Dusun Gondoarum itu dusun penyangga bagi Tunggul Arum. Kerusakan sepanjang 1 kilometer, kalau lebar jalannya 3 meter,” jelasnya ditemui di Pos Pantau Tunggul Arum Wonokerto Turi, Rabu (13/1).

Tak hanya akses jalur evakuasi, adapula keluhan ketersediaan fasilitas di barak pengungsian. Meliputi fasilitas mandi, cuci dan kakus. Terutama kamar mandi dan WC.

Kepala Dinas PUPKP Sleman Taupiq Wahyudi merespon laporan tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Sleman. Kaitannya adalah penanggungjawab status jalur evakuasi.

“Nanti bisa di PUPKP bisa di BPBD. Kalau masuk ke jalan kabupaten nanti ya PUPKP yang menangani. Tapi kalau yang sirip-sirip cukup BPBD bisa selesai hanya cor blok saja tidak aspal. Termasuk kamar mandi atau WC yang ada di Tunggul Arum juga kami bicarakan sama-sama,” katanya.

Terkait realisasi, Taupiq berjanji secepatnya. Terlebih dia menyadari kondisi ini masuk salah status Kedaruratan Bencana. Hanya saja pihaknya tetap akan berkoordinasi dahulu dengan Sekretaris Daerah Pemkab Sleman.

Taupiq menambahkan pemanfaatan anggaran berasal dari belanja tak terduga (BTT). Dana ini merupakan dana siaga yang tersedia di DPKAD Sleman. Dia memastikan besaran anggaran masih cukup untuk perbaikan jalur evakuasi.

“Untuk alokasi anggaran BTT, DPKAD yang tahu ya. Masih mencukupilah kalau untuk Merapi. Apalagi kerusakan ini akses masuk ke jalur evakuasi utama,” tambahnya.(dwi/sky)

Sleman