RADAR JOGJA – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana menuturkan ada penambahan 8 titik lampu penerangan. Lokasinya  di sepanjang jalur evakuasi di Kalurahan Glagaharjo. Terutama jalur evakuasi di ruas jalan Dusun Srunen menuju Dusun Singlar.

Instalasi lampu penerangan, lanjutnya, dilakukan Kamis malam (14/1). Pemasangan ini melengkapi 30 titik sebelumnya. Tersebar di sejumlah jalur evakuasi warga lereng Gunung Merapi.

“Target kalau yang ini besok pagi sudah mulai tanam tiang dulu ini. Karena disana juga tidak ada jaringannya. Kalau listrik harus ditegangan 220 volt,” jelasnya ditemui di Pos Komunitas Siaga Merapi (KSM) Kalitengah Lor Glagaharjo Cangkringan, Rabu (13/1).

Terkait anggaran, Dishub Sleman akan memanfaatkan sisa anggaran dan instalasi 2020. Terutama tiang dan lampu penerangan jalan raya. Arif memastikan instalasi sisa tersebut masih layak.

“Anggaran kami masih ada sisa yang tahun 2020. Termasuk ini kami masih menggunakan bahan-bahan sisa kemarin,” katanya.

Kenyataan sebaliknya justru dialami Kalurahan Girikerto. Wilayah ini memiliki banyak zona gelap. Berupa minimnya penerangan di jalur evakuasi warga. Terutama di Dusun Ngandong, Tritis Kulon dan Sidorejo.

Arip beralasan lokasi tersebut tak memiliki jaringan PLN. Sehingga tak mudah untuk pemasangan lampu penerangan. Padahal kondisi ini sama dengan yang terjadi di ruas jalan Dusun Srunen menuju Dusun Singlar.

“Sudah usul pakai panel tenaga Surya, tapi sudah karena tempatnya rumpun harusnya terbuka. Ada dua jalur di Girikerto, 500 meter dan 600 meter. Memang tidak ada jaringan PLN, kalau ada pasti mudah,” ujarnya.

Sleman