RADAR JOGJA – Memiliki hobi mengumpulkan barang antik dan unik memang harus memiliki kesabaran. Tentunya juga harus ditunjang dengan kemampuan finansial yang lebih dari cukup. Namun, apapun pasti akan dilakukan demi hobi.

Itu pula yang dilakukan Nanang Sujatmiko. Diawali dengan koleksi mobil die cast dan kaset. Kini dia juga mengumpulkan berbagai jenis barang antik lainnya. Barang yang dikumpulkan mulai sepeda onthel, luku untuk menggarap sawah, dan aneka barang alat pertanian lainnya.

”Untuk benda antik untuk interior rumah ada radio, televisi, wayang kulit dan kamera lawas. Saya ingin anak cucu bisa mengenang dan semakin banyak belajar tentang benda yang saya koleksi,” kata Nanang, Selasa (12/1).

Bahkan di tiap sudut rumah Nanang dipajang barang antik untuk mempercantik interior rumah. Ada lampu, botol, nampan dan lain sebagainya. Barang antik yang didapatkan kadang memang tidak terduga. ”Kadang bisa saja karena tidak sengaja dan tidak terduga. Misalnya pernah mendapatkan sepeda yang cukup langka ketika ada seseorang yang mencari rumput di sekitar dusun Kwadungan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Pemiliknya ternyata dari Manisrenggo, Klaten dan ternyata berkenan menjual koleksinya,” terang Nanang sambil tertawa.

Nanang yang juga Kepala Dusun Kwadungan ini ingin menata lagi barang koleksinya. Sebab, sudah terlalu banyak dan sudah semakin menyita tempat. Menurutnya, kadang ada yang dijual atau saling barter jika cocok.

”Terkadang ada teman atau relasi yang meminjam untuk acara event atau pameran juga. Saya juga mengoleksi buku lawasan dan komik. Selain itu juga ada botol minuman, perabot rumah tangga lawasan, lampu dan masih banyak lagi aneka lawasan yang lain,” ungkapnya.

Selain di rumah yang ditempatinya, Nanang juga mengoleksi barang lawasan di rumah Joglo Lor Ndeso. Ini karena di rumah yang dinamai Omah Boto Omah Duwur Kwadungan ini sudah penuh barang.

”Semoga akan terus muncul generasi muda yang senang dengan hobi ini, karena ini juga salah satu cara belajar sejarah masa lampau,” terang Nanang.

Misalnya bagaimana televisi ada untuk pertama kalinya, mulai dari TV tabung hitam putih dan sekarang telah menjadi TV LED yang sangat ringan dan tipis. ”Di Joglo Lor Ndeso juga bisa digunakan untuk keperluan foto pre-wedding, dokumentasi dan juga pembuatan video klip atau film documenter,” jelasnya. (sce/ila)

Sleman