RADARJOGJA-  Selama masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), Dinas Pariwisata Sleman mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.836/029 tertanggal 8 Januari 2021 tentang pengaturan operasional usaha jasa pariwisata (UJP), destinasi pariwisata, dan tempat kuliner. SE dikeluarkan untuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Sleman No.01/INSTR/2021 tanggal 8 Januari 2021 tentang Kebijakan PTKM.

SE tersebut mengatur jam buka operasionalnya sampai pukul 19.00 WIB, sedangkan untuk layanan antar/dibawa pulang sesuai dengan jam operasional. Tempat kuliner pelayanan makan di tempat dibatasi kapasitasnya 25 persen dari daya tampungnya. Untuk tempat wisata alam agar lebih konsisten dalam pembatasan pengunjungnya maksimal 50 persen dari daya tampungnya serta tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan pada destinasi wisata.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suci Iriani Sinuraya mengatakan, pelaksanaan PTKM berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan pada destinasi wisata. “Kami pantau destinasi pariwisata rata-rata hanya dikunjungi oleh seperlima sampai seperempat dari jumlah tamu pada hari-hari sebelumnya,” ujarnya, Selasa ( 12/1).

Suci iriani menambahkan, “Tebing Breksi yang selama bulan Januari ini, rata-rata dikunjungi oleh 500-an pengunjung pada hari Selasa ini sampai pukul 15.00 WIB hanya dikunjungi tidak lebih dari 150 pengunjung,”tambahnya.

Ia juga mengatakan Studio Alam Gamplong yang rata-rata sebelumnya kisaran kunjungannya seperti Breksi, tercatat tamu yang berkunjung sejumlah 182 pengunjung. “Wisata alam lain seperti Kaliurang juga sepi dengan jumlah pengunjung tidak lebih dari 175 pengunjung, demikian juga dengan Watu Purbo yang sebelumnya dikunjungi rata-rata 400-an pengunjung pada hari kedua PSBB ini dikunjungi oleh tidak lebih dari 50 wisatawan,” bebernya.

Untuk Museum Gunung Merapi, lanjut Suci, pada masa PTKM, mengubah hari pelayanan kunjungannya, hanya dari hari Selasa sampai dengan Jum’at, sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan Senin, tutup. “Beberapa destinasi lainnya di Sleman seperti Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Taman Pelangi Monjali tutup pada masa penerapan PTKM,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Emilia Eny Utari mengatakan selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali 11-25 Januari 2021 ini candi-candi yang dikelola tetap beroperasi mengikuti ketentuan Dinas Pariwisata DIJ dan Magelang.

Misalnya untuk Candi Prambanan, selama PPKM ini tetap beroperasi dengan waktu operasional mulai 08.00-16.00 WIB dengan harga tiket tak berubah yakni Rp 50 ribu per orang. Kunjungan per hari tetap dibatasi 3.500 orang per hari yang dibagi dalam sejumlah kelompok kecil.

“Untuk Candi Prambanan hanya zona I yang tutup, sedangkan  Zona I sendiri merujuk zona utama candi yang dikelola Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) sedang zona II merujuk area taman dan sarana pendukung lainnya yang dikelola PT. Taman Wisata Candi (TWC).

Operasional zona yang dikelola TWC ini sesuai dengan regulasi Pemda DIJ dan Pemda Jateng di Kabupaten Magelang yang tetap mengijinkan beroperasi dengan pembatasan.

Misalnya selama masa PPKM ini untuk Unit Teater Ramayana, hanya Resto Rama Shinta yang beroperasi karena ada regulasi larangan kegiatan di atas jam 19.00 WIB.

“Untuk pentas Sendra Tari Ramayana juga sementara ditiadakan saat PPKM ini,” ujarnya.

Z ona II tetap beroperasi biasa,” ujarnya. Adapun Dinas Pariwisata Sleman juga telah mengeluarkan SE No, 836/029 tertanggal 8 Januari 2021 untuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Sleman No. 01/INSTR/2021 tanggal 8 Januari 2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sleman. (sky)

Sleman