RADAR JOGJA – Pemerintah Kecamatan Turi menyiapkan lima lokasi pengungsian di wilayahnya. Terdiri dari 2 barak pengungsian dan 3 bangunan sekolah. Seluruhnya sebagai antisipasi apabila status Gunung Merapi naik menjadi awas. Artinya warga dalam radius sesuai rekomendasi BPPTKG wajib mengungsi.

Lurah Girikerto Sudibyo menjelaskan secara detil kapasitas barak pengungsian. Untuk barak pengungsian Nangsri tepatnya selatan Kantor Kalurahan Girikerto mampu menampung sekitar 100 warga. Terbagi dalam 44 bilik bersekat kayu.

“Lalu untuk masing-masing di gedung sekolah milik SDN Somoitan dan SDN Soprayan sekitar 100 warga, kalau SMPN 3 Turi bisa menampung 149 warga. Sementara belum kami sekat, masih bentuk ruang kelas,” jelasnya ditemui di Kantor Kalurahan Girikerto, Senin (11/1).

Kondisi berbeda justru terlihat di barak pengungsian Tanggung di wilayah Dusun Glagahombo. Bangunan bekas sekolah ini justru tak terawat. Terlihat di bagian halaman ditumbuhi tanaman singkong. Lalu pada sisi bangunan terlihat sudah lama tidak digunakan.

“Dulu barak itu memang bangunan sekolah, lalu tidak terpakai dan difungsikan jadi barak pengungsian. Sebagai rencana cadangan kalau barak Nangsri dan sekolah sudah penuh,” katanya.

Sudibyo menambahkan, berdasarkan data Kalurahan Girikerto terdapat 420 warga yang tergolong dalam kelompok rentan. Seluruhnya tersebar di Dusun Ngandong, Tritis Kulon dan Sidorejo. Tiga dusun ini memiliki jarak terdekat dari puncak Gunung Merapi.

Skema mitigasi bencana telah disiapkan secara matang. Para pengungsi terlebih dahulu berkumpul di titik pengungsian. Untuk selanjutnya diangkut menuju barak-barak pengungsian.

“Nanti setiap wilayah sudah ada penanggungjawabnya. Lalu untuk jalur evakuasi kami buat searah jarum jam. Agar tak ada kepadatan akibat saling bertemu di jalur yang sama. Armada pengangkut pengungsi juga siap jika tetap sesuai skenario,” tambahnya.

Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Trimulyo dan Kalurahan Pandowoharjo di wilayah Kapanewon Sleman. Merupakan bagian dari program Desa Tangguh Bencana. Wujudnya adalah mobilisasi pengungsi apabila kondisi Merapi tak kondusif.

Para pengungsi dari Kalurahan Girikerto akan menuju dua Kalurahan tersebut. Kedua Kalurahan telah menyiapkan barak pengungsian bagi warga Kalurahan Girikerto. Baik untuk pengungsi kelompok rentan maupun non rentan.

“Ini pengalaman erupsi 2006 dan 2010. Saat itu warga desa kami tersebar sehingga sudah untuk mendatanya. Adanya kerjasama ini sangat membantu, kalau harus mengungsi ke bawah maka fokus di dua desa ini,”katanya.(dwi/sky)

Sleman