RADAR JOGJA – Banjir lahar hujan yang terjadi Rabu sore (6/1) di lereng Merapi bagian barat daya menyebabkan saluran pipa air bersih milik pengelola air minum (PAMDes) Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, terputus. Sejumlah warga sementara mengandalkan sisa air penampungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pipa ini andalan, sumber satu-satunya air bersih dusun ini,”  ungkap Gimin, 40, warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Jumat (8/1). Selain Turgo, wilayah lain yang terdampak adalah Dusun Kaliurang Barat di Kalurahan Hargobinangun (Pakem) dan Ngandong (Kalurahan Girikerto, Turi).

Di Dusun Turgo ini sekitar 70 KK terdampak. Meliputi RT 3 dan RT 4. Berada di Utara Kali Boyong. Sumber air ini berada di anak sungai dekat Kali Boyong. Warga sekitar menyebutnya mata air candi. Sejak 1970-an, warga sudah memanfaatkan mata air itu. “Saat ini masih andalkan sisa air di penampungan. Masih cukup untuk dua hari ke depan,” katanya.

Warga sudah melaporkan ke BPBD Sleman. Kendati begitu, lebih dulu warga secara mandiri berupaya untuk membuat pipa darurat. Agar air dapat mengalir kembali.

Derasnya lahar hujan dari hulu Merapi, membawa cukup banyak beban material. Hingga pipa yang berada tiga meter di atas aliran sungai keterjang hingga sebagian pipa hanyut. Ini yang menyebabkan saluran pipa terputus. “Kami upayakan pembenahan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengakui sudah menerima laporan masalah ini. Ia menyebut perbaikan pipa PAMDes itu akan ditindaklanjuti oleh pengelola. Pihak PAMDes sudah memiliki pendanaan untuk melakukan perawatan. Jika sewaktu-waktu rusak, ada penanganan terhadap pipa tersebut.

Mengenai kerusakan itu, pihaknya masih mengkoordinasikan. Apakah pembenahan tersebut meminta bantuan kepada BPBD Sleman. “Sehingga nanti bisa dialokasikan pendanaannya bagaimana. Apa malah menggunakan dana yang sudah ada,” ujarnya. (mel/laz)

Sleman