• RADAR JOGJA – Ketua Komisi A DPRD Sleman Anik Martanti meminta jajaran Pemkab Sleman menyiapkan secara matang mitigasi terhadap erupsi Gunung Merapi. Salah satunya adalah kesiapan barak pengungsian dan bungker perlindungan. Seluruh fasilitas harus siap saat Merapi mengalami erupsi sewaktu-waktu.

Catatan dia berikan saat mengunjungi Ruang Lindung Darurat Tunggul Arum Purwobinangun, Pakem. Dia melihat ada beberapa tabung oksigen dalam kondisi kosong. Fungsi dari tabung gas ini sebagai suplai oksigen di dalam ruang lindung tersebut.
“Ada beberapa tabung oksigen belum terisi. Mulai detik harus terisi dan siap saat ada erupsi. Agar warga Tunggul Arum semua aman dan selamat saat kondisi darurat,” tegasnya ditemui di Ruang Lindung Darurat Tunggul Arum Wonokerto Turi, Jumat (8/1).

Dia meminta seluruh jajaran siap dengan skema mitigasi yang ada. Termasuk memastikan early warning system (EWS) berfungsi normal. Terlebih aktivitas Gunung Merapi saat ini mulai meningkat. Terutama atas munculnya guguran ke arah barat dan barat daya.

Catatan lain yang dia berikan adalah masih adanya aktivitas penambangan. Acuannya adalah truk pengangkut pasir yang masih melintas di sejumlah jalur evakuasi. Tak hanya di wilayah Kecamatan Turi tapi juga Kecamatan Pakem dan Kecamatan Cangkringan.
“Jalur evakuasi masih dimanfaatkan truk berat. Penambangan pasir harus stop dulu. Jalur ini hanya untuk evakuasi. Jangan sampai mengganggu proses evakuasi warga,” katanya.

Lurah Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo memastikan seluruh fasilitas telah siap. Selain tabung gas oksigen, pihaknya juga telah menyiapkan kipas angin. Fungsinya sebagai sirkulasi udara di dalam ruang lindung darurat.

Terkait jumlah tabung oksigen, Tomon menjamin tetap fungsional. Selain di ruang lindung darurat adapula tabung oksigen di ruang penyimpanan. Isi dari tabung oksigen juga dicek dan diisi secara berkala.

“Kapasitas ruang lindung ini bisa menampung 100 orang. Tapi fungsi utamanya melindungi dari awan panas, kalau material.lahat panas tidak bisa. Jadi sifatnya memang kedaruratan saat awan panas mengarah Tunggul Arum,” ujarnya. (dwi/ila)

Sleman