RADAR JOGJA – Aliran lahar hujan dari kawah Gunung Merapi mulai berdampak. Salah satunya adalah pecahnya pipa saluran air di kawasan dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem.

Imbasnya suplai air bersih ke wilayah Kalurahan Hargobinangun, Kalurahan Donokerto dan Kalurahan Purwobinangun terganggu.

Walau begitu, Lurah Purwobinangun Heri Suasana memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi. Setidaknya tandon air komunal telah terisi oleh air bersih. Selain itu masih ada upaya droping air bersih menggunakan tangki air.

“Pipa ini rusak akibat kiriman lahar hujan Merapi. Kalau di Turgo sendiri ada 160 kepala keluarga yang terdampak. Belum dengan Kalurahan Hargobinangun, Donokerto dan Purwobinangun,” jelasnya ditemui di lokasi pecahnya pipa air, Jumat (8/1).

Heri Suasana menambahkan,Pipa air, mengalirkan air dari mata air tuk Maduan. Jalur air terhubung melalui pipa-pipa yang melintasi Kali Boyong. Lokasi ini tepat berada di jalur material maupun awan panas Gunung Merapi.

Terkait ketersediaan air bersih di tandon, Heri memastikan cukup hingga musim kemarau. Keberadaan tandon inipula yang digunakan sebagai tampungan air hujan. Apabila kurang, pihaknya akan mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Sleman.

“Untuk penggantian pipa belum tahu kapan, karena Merapi statusnya juga masih Siaga. Setidaknya menunggu sampai aktivitas vulkaniknya reda dan statusnya turun,” tambahnya.

Warga Dusun Turgo Musdiyantoro mengatakan kerusakan pipa diduga terjadi 6 Januari. Berawal dari tidak lancarnya suplai air bersih ke Dusun Turgo. Pria ini langsung memeriksa saluran pipa air di aliran Kali Boyong. Hasilnya ada 4 jaringan pipa yang rusak.

Dalam pengecekan tersebut, Musdiyantoro melihat adanya tumpukan material Gunung Merapi. Tepatnya diatas jalur pipa air bersih.  Pria ini memastikan tumpukan pasir dan batu ini masih baru.

“Akibat curah hujan terlalu tinggi dipuncak khususny aliran kali Boyong. Lalu mengenai aliran pipa dan akhirnya rusak,” ujarnya.

Pria yang kediamannya terdekat dari Gunung Merapi ini mengakui ada dampak signifikan. Berupa rusaknya suplai air ke sejumlah wilayah. Tak hanya di beberapa wilayah Kapanewon Turi tapi juga beberapa wilayah Kapanewon Pakem.

“Itu 4 jaringan pipa putus semua. Sampai saat ini sumber kebutuhan air masih mati. Tapi karena masih ada penampungan ya masih aman,” katanya.(dwi/sky)

Sleman