RADAR JOGJA – Empat tersangka penganiayaan berhasil dicokok Petugas Unit Resktim Polsek Minggir pada Minggu (3/1). Mereka adalah AFPS, RRP, RK warga Minggir berusia 21 tahun dan NBD, 18, warga Purwomartani, Kalasan yang jengkel kepada korban karena merasa di-bleyeri.

Kapolsek Minggit AKP Made Wira Suhendra menjelaskan, penganiayaan terjadi pada Sabtu dini hari (2/1). Korban bernama Wakhid Reza Anggriyanti berboncengan dengan temannya melintasi jalan Gedongan-Ngapak, Sendangarum, Minggir sekitar pukul 02.00. Sesampainya di simpang tiga Padukuhan Klodran, ada empat pemuda membawa dua sepeda motor yang saling berboncengan memotong jalan secara tiba-tiba. Hal tersebut membuat kaget sehingga korban secara spontan menarik gas motor terlalu dalam. “Empat pelaku merasa di-bleyeri, jengkel. Kemudian mengejar korban,” jelas Made Kamis (6/1).

Dari tempat berpapasan, pengejaran dilakukan kurang lebih satu kilometer. Salah satu korban NBD kemudian menendang korban sehingga motor yang dikendarai jatuh. Kemudian pelaku lain inisial RRP langsung memukul korban menggunakan tangan kosong sebanyak lima kali. Mengenai kepala tepatnya bagian wajah. Sedangkan NBD, melempar pot bunga yang masih berisikan tanag dan bunga ke arah badan korban bagian belakang. AFPS dan RK juga melalukan pemukulan dan penendangan ke bagian kepala dan pinggang korban.

Akibat penganiyaan tersebut, korban mengalami luka memar pada wajah, kepala bagian vrlakang sebelah kanan dan pelipis mata kanan. Serta pelipis mata kiri robek dan nyeri pada vagu belakang. Akibat kejadian ini pula, korban mengalami pusing dan mual. “Pelaku dijerar ancaman dengan pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Minggir IPTU Widiantoro menuturkan, empat pelaku hanya menganiaya korban. Sedangkan teman korban, meminta pertolongan warga dan membawa korban ke RS terdekat. “Yang satunya tidak luka,” bebernya.

Dari hasil penyelidikan, korban dan empat pelaku tidaklah saling mengenal. Mereka hanya sempat berpapasan saat usai merayakan pergantian tahun. Namun, pelaku merasa sakit hati saat pengemudi mengacungkan jari tengah ke empat pelaku besamaan dengan blayer motor. “Mereka tidak mengambil barang berharga juga,” kata Widiantoro. (eno/pra)

Sleman