RADAR JOGJA – Polda DIJ memanfaatkan GeNose C19 sebagai screening personel di jajarannya. Langkah ini sebagai antisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkup wilayah Polda DIJ. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara berkala dan dalam momentum tertentu.

Kabid Dokkes Polda DIJ Kombes Pol Is Arifin menuturkan, Polda DIJ memiliki 2 GeNose C19. Satu alat berada di Bidang Dokkes Polda DIJ dan satu lagi berada di RS Bhayangkara. Kedua alat telah digunakan secara berkala guna antisipasi Covid-19.

“Yang jelas dengan adamya GeNose sangat efektif sekali untuk screening. Efektivitas mencapai 86 hingga 95 persen. Jadi hampir setara atau lebih tinggi dari antigen. Dari segi biaya juga sangat efisien,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Rabu (6/1).

Pihaknya tengah memesan lebih banyak alat serupa. Hanya, ketersediaan GeNose belum mencukup. Arifin membeberkan, hingga pekan lalu pesanan GeNose C19 mencapai 12 ribu unit sehingga masuk daftar antrean.

“Info yang saya dapat akan diproduksi masal pertengahan hingga akhir Januari. Tentu ini bisa membuat cakupan pemeriksaan atau screening bisa lebih luas dan cepat,” katanya.

Arifin menegaskan, nilai efisiensi GeNose C19 bukan klaim semata. Perwira menengah tiga melati ini mencontohkan proses pengambilan sampel. Teknik hembusan dinilai lebih cepat dan efisien. Tak hanya itu, terbitnya hasil tak membutuhkan waktu yang lama. Pasca sampel hembusan napas, cukup menunggu 5 menit. Data hasil akan langsung tertera di layar monitor komputer.

“Kalau ada yang positif nanti tetap tindaklanjuti dengan Swab PCR. Untuk saat ini GeNose masih terbatas digunakan internal sebagai screening,” ujarnya.

Di satu sisi Arifin mengakui masih ada catatan terhadap GeNose C19. Berupa terbatasnya plastik penampung sampel. Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan produsen. Setidaknya untuk memastikan ketersediaan plastik sampel aman. “Sampai saat ini masih langka dan dalam proses produksi. Saat ini kami baru mendapatkan 100 plastik sampel dalam bulan. Kedepan sudah mengajukan 2.000 plastik sampel,” ujarnya.

Ketua Bhayangkari Polda DIJ Dhani Asep Suhendar berharap, pemeriksaan medis terhadap personel semakin intens.  Menurutnya penggunaan GeNose C19 lebih efektif. Seperti pengambilan sampel yang tak menimbulkan rasa sakit. “Tentu kami dukung, apalagi ini demi kesehatan personel yang berinteraksi dengan layanan publik. Dibanding tes lain, paling enak tidak ada sakit sama sekali, hanya hembusan nafas,” katanya. (dwi/ila)

Sleman