RADAR JOGJA – Lonjakan kasus di Kabupaten Sleman berdampak signifikan pada ketersediaan tempat tidur medis. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Pusat, Kabupaten Sleman masuk dalam jajaran 6 besar. Artinya ketersediaan tempat tidur penanganan medis Covid-19 dalam kondisi kritis.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo membenarkan data tersebut. Kabupaten Sleman, lanjutnya, masuk dalam 6 besar daerah dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 tertinggi di Indonesia. Atas adanya fenomena ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit di Kabupaten Sleman.

“Meneruskan imbauan Menkes, semua rumah sakit diharapkan menambah kapasitas ruang isolasi kritikal dan non kritikal sekitar 35 persen,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (30/12).

Pihaknya juga tengah merancang tindakan medis. Berupa pengembangan beberapa puskesmas untuk rawat inap. Harapannya aksi ini dapat menambah jumlah ruang isolasi di setiap Kapanewon.

“Ini sedang kami upayakan agar setiap puskesmas bisa melakukan tindakan medis itu. Berupa rawat inap bagi pasien Covid-19. Agar kasus di setiap wilayah bisa tertangani,” katanya.

Kementerian Kesehatan merilis data 6 besar kritis ketersediaan tempat tidur Covid-19. Selain Sleman adapula Kota Bandung, Kabupaten Jember, Kota Semarang, Kota Makassar dan DKI Jakarta. Keenam wilayah ini membutuhkan intervensi khusus.

Intervensi khusus dibutuhkan sebagai langkah strategis. Berupa meminimalisir sebaran Covid-19 jika melakukan isolasi mandiri. Diketahui bahwa tindakan medis memang tak efektif sebagai penanganan Covid-19.

Berdasarkan data Kemenkes per 22 Desember, tersisa 26 tempat tidur kritikal ICU di Sleman. Sementara ketersediaan total mencapai 32 unit. Lalu untuk tempat tidur isolasi telah terpakai 199 unit dari total.285 unit.

“Dari data yang kami terima, kalau diubah menjadi persentase, keterisian ICU mencapai 81 persen dan keterisian tempat isolasi 70 persen,” ujarnya.(Dwi)

Sleman