RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo membenarkan informasi Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hasil pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atas nama Trapsi telah diumumkan 22 Desember. Sosok ini telah menjalani rawat isolasi di rumah sakit.

Terkait tracing kasus, Joko memastikan telah rampung. Tercatat ada 87 kontak erat yang menjalani uji kesehatan. Pada awalnya ada 2 kontak erat reaktif terhadap uji rapid tes.

“Kontak erat keluarga hasil swab PCR negatif semua. Lalu tracing ke tempat kerja juga sudah dilakukan dengan swab antigen. Total yang ditracing ada 87 orang, sempat ada 2 yang reaktif tapi negatif Covid-19 semua,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (29/12).

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini mengakui tak mudah melacak sumber penularan. Ini karena sosok Trapsi memiliki mobilitas tinggi. Terlebih jabatannya sebagai Ketua KPU Sleman sangatlah sibuk selama gelaran Pilkada serentak.

“Dugaan sumber penularan sulit untuk dipastikan karena aktivitas menjelang dan selama tahapan pilkada kan berhubungan dengan banyak orang,” katanya.

Joko menambahkan,terkait kondisi kesehatan, secara fisik sehat. Walau begitu Trapsi menunjukan gejala ringan saat pemeriksaan awal. Selanjutnya Trapsi telah menjalani rawat inap isolasi di salah satu rumah sakit di Sleman.

Joko menjelaskan, awalnya Trapsi akan dirawat di fasilitas kesehatan darurat Covid-19. Namun pasca pengecekan ulang terdapat ruang isolasi kosong. Hingga akhirnya menjalani rawat inap isolasi di rumah sakit.

“Kalau kondisi kesehatan setahu saya baik dan sehat. Tinggal menyelesaikan masa isolasinya saja,” jelasnya.(dwi/sky)

Sleman