RADAR JOGJA – Pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kabupaten Sleman diharapkan menjadi terobosan besar bangkitnya UMKM di tengah pandemi Covid-19. Pameran ini digelar di Atrium Shinta Sleman City Hall (SCH). Diikuti 30 stan atau sebanyak 60 pelaku UMKM.

Ketua Umum DPC HIPPI Sleman Atik Sri Purwantiningsih mengatakan, sudah saatnya HIPPI bangkit dan menggelar pameran produk UMKM di mall. Pameran ini mengawali program HIPPI periode 2020-2025. Menurut dia, produk UMKM ini berkelas. Tak kalah dengan produk yang di jual di mall. Mulai dari produk kuliner, fesyen, kerajinan, aksesoris, hingga produk rumah tangga seperti sabun dan lain-lain. Semua lengkap di lapak UMKM.

Pameran ini selain mengenalkan potensi UMKM agar dikenal publik secara luas juga sebagai wadah menjembatani produsen bertemu langsung dengan konsumen. Sehingga terjadilah transaksi tatap muka. “Pameran akan digelar 10 hari ke depan,” ungkapnya, Jumat (25/12).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Wajib bermasker, cuci tangan dan tetap jaga jarak. Lapak penjualannya diatur satu sampai tiga meter. “Tak hanya pameran kami juga gelar diskusi seputar pengembangan UMKM,” imbuhnya.

Pelaku UMKM asal Ngaglik, Sleman, Hasan Agus Wiratomo mengaku, selama pandemi minat konsumen membeli produk UMKM miliknya terjun bebas. Penurunan omset mencapai 80 persen per bulan. Mulai Februari. Pada Juli, mulai merangkak naik. Dan Desember ini sebagai puncaknya. Pembelian produk meningkat 20 hingga 30 persen dari awal pandemi. Atau sekitar 50 persen dari penjualan normal, sebelum pandemi dengan omset mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

Dengan adanya pameran langsung ini diharapkan, umkm berupa hasil kerajinan lukis kayu dan produk kerajinan berbahan ramah lingkungan semakin dekat dengan konsumen. Konsumen dapat mengetahui langsung produk. “Berbeda saat dijual online, detail produk hanya dapat dinikmati melalui foto saja,” kata Hasan.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman Mustofa akan mendorong pelaksanaan pameran-pameran bagi UMKM Sleman. Pihaknya juga telah berdiskusi dengan Satuan Gugus Tugas Covid-19. Walaupun kondisi seperti ini ekomomi tetap harus bangkit. “Toh siapa lagi yang bisa menghidupi mereka kalau tidak mereka sendiri. Padahal mereka butuh sehat, butuh imun, butuh gizi. Kalau tidak ada pendapatan mau makan dari mana,” papar Mustofa. Kendati begitu, prokes tetap harus dijalankan. Disebutkan total UMKM se-Sleman ada 60 ribu sekian. “Semuanya aktif,” tambahnya. (mel/pra)

Sleman