RADAR JOGJA-Aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Kapanewon Gamping menutup simbol atau plang nama FPI (Front Pembela Islam)  DIJ di Jalan Wates Kilometer 8, Padukuhan Ngaran, Gamping, Sleman, Kamis (31/12). Proses penutupan papan nama FPI Berdasarkan Surat Keputusan STR/965/XII/IPP 3.1.5/2020   yang isinya enam ormas yang dilarang seluruh kegiatannya,diantaranya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas), Jamaah Ansarut Tauhid (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI), dan Front Pembela Islam (FPI).

Ketua FPI DIJ Bambang Tedi mengatakan atas keputusan pemerintah tersebut, sebagai ketua FPI DIJ pihaknya tetap menghormati dan legowo karena itu sudah menjadi kewenangan dari pemerintah. Kalau sudah di bubarkan, ya sudah bubar.

“Kalau semisal FPI dari pusat mau bikin Front Pejuang Islam, memang betul itu. Tapi untuk DIJ ikut atau tidak, belum tahu,” ujarnya.

Bambang Tedi menambahkan bahwa untuk anggota FPI yang selama ini ikut dan bergabung, untuk sementara dimasukkan ke Hasbullah. Di Hasbullah, ia menjadi ketua.

Untuk atribut yang selama ini ada, Bambang Tedi menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pembersihan dan dihilangkan sejak tadi malam. Bahkan pihaknya juga sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk tidak menggunakan atribut berbau FPI.

“Jika ada anggota yang memakai atribut FPI, akan kami tangkap sendiri dan akan diserahkan kepada pihak yang berwajib,” tambahnya.

Sedangkan Kapolsek Gamping Kompol Aan Andrianto menambahkan terkait penurunan atribut FPI ini memang dibantu oleh Satpol PP Kapanewon Gamping dan Koramil Gamping. Jumlah personel yang turut ikut mengamankan penurunan atribut berjumlah 20 personel gabungan.

“Tahap selanjutnya setelah dilakukan penurunan, memang kegiatan sudah tidak ada lagi,” tandasnya. (sky)

Sleman