RADAR JOGJA – Wilayah DIJ sudah memasuki musim penghujan sejak November dasarian I. Hanya saja, beberapa hari terkakhir wilayah DIJ hanya terjadi gerimis dan didominasi dengam cuaca cerah.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Sutamsi menjelaskan kondisi tidak hujan di DIJ beberapa hari disebabkan adanya Tropical Cyclon (TC) Krovanh. Yakni badai yang terjadi di laut Cina Selatan dan dinamai Krovanh. Badai yang ada melemah dan menjadikan pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan dan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera. Hal itu engakibatkan angin monsoo Asia membelok ke utara Pulau Jawa.

Kondisi tersebut, berdampak pada angin yang masuk wilayah DIJ bersal dari Australia yang sifatnya kering. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya uap air yang berakibat berkurangnya curah hujan di DIJ beberapa hari terakhir ini. “Kondisi seperti ini akan diprakirakan berlangsung hingga dua hari ke depan,” kata Tamsi Rabu (23/12).

Kondisi panas, lanjut Tamsi, dirasakan karena disebabkan berkurangnya tutupan awan di wilayah DIJ. Kondisi tersebut, juga mengakibatkan suhu udara di seluruh wilayah DIJ berkisar 23-32 derajat celcius. Meskipun demikian, Tamsi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrem ini. Mengingat masih dalam musim penghujan, sehingga potensi hujan lebat akan selalu ada. “Musim hujan diperkirakan puncaknya pada Februari nanti,” ungkapnya. (eno/pra)

Sleman