RADAR JOGJA –Polres Sleman mengerahkan sebanyak 893 personel disiagakan dalam balutan Operasi Lilin Progo 2020.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto memastikan jajarannya siap mengamankan libur natal dan tahun baru. Termasuk adanya peribadahan di sejumlah gereja nasrani di wilayah Kabupaten Sleman.

Tak hanya personel, pihaknya juga menyiagakan empat pos komando (posko). Seluruhnya berdiri di perbatasan Jawa Tengah dan Jogjakarta. Adapula yang didirikan di titik rawan di Kabupaten Sleman.

“Operasi ini berlangsung dari 21 Desember sampai 3 Januari. Untuk posko terbagi jadi tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Ada di perbatasan di Prambanan, Tempel, dan Pakem. Untuk Posyan ada di Jalan Solo,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (22/12).

Disinggung mengenai penyekatan wilayah, perwira menengah dua melati ini memastikan belum ada instruksi. Kaitannya adalah sebagai antisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terlebih setelah terbitnya pelarangan perayaan malam pergantian tahun.

Walau begitu pihaknya tetap siap menjalankan langkah preventif tersebut. Tentunya setelah ada perintah dari jajaran Polda DIJ atas koordinasi Pemprov DIJ. Fokus dari penyekatan ini adalah kawasan perbatasan Jawa Tengah DNA Jogjakarta di Prambanan dan Tempel.

“Termasuk pemeriksaan surat rapid antigen  juga belum mendapat infomasi. Kami tunggu perkembangan. Jika ada perintah tentu kami siap melaksanakan,” katanya.

Tak adanya penyekatan bukan berarti pengawasan lemah. Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Walau terbungkus dalam Operasi Lilin Progo, giat ini juga dapat  menegakan protokol kesehatan Covid-19.

Anton mengimbau para pendatang maupun wisatawan yang memasuki Jogjakarta untuk patuh prokes Covid-19. Ketegasan ini bukan sebagai upaya intervensi. Namun untuk menjaga kesehatan seluruh elemen masyarakat.

“Kondisi pandemi seperti sekarang ini membuat operasi lilin Progo sedikit berbeda. Pasti ada tentang pengawasan prokes Covid-19. Tapi kami tetap berharap warga secara sadar dan disiplin menjalankan prokes tanpa harus diingatkan,” pesannya.

Anton Firmanto menambahkan, langkah antisipasi penerapan prokes Covid-19 juga menyasar titik-titik keramaian.  Prioritas utama adalah objek wisata, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Langkah antisipasi ini tetap melibatkan lintas instansi mulai dari TNI hingga jajaran Pemkab Sleman.

Langkah antisipasi lain adalah peniadaan ijin keramaian. Terutama kegiatan-kegiatan yang berlangsung selama libur natal dan tahun baru. Walau begitu Anton tetap mengantisipasi apabila ada warga maupun pemilik usaha yang curi-curi kesempatan. Menggelar kegiatan dengan potensi munculnya kerumunan.

“Kami tidak segan untuk melakukan pembubaran jika ada keramaian. Sudah kuat dengan adanya edaran Bupati, edaran Gubernur. Itu sudah tegas. Kami tidak akan mengeluarkan ijin keramaian selama libur natal dan tahun baru,” tambahya.(dwi/sky)

Sleman