RADAR JOGJA – Kombinasi seni tradisional jathilan dan olahraga rekreasi. Maka jadilah Pacuanku D’xpang. Inilah jenis olahraga baru yang menjadi khas Kabupaten Sleman.

Perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman kian masif dan menarik. Ini seiring munculnya banyak destinasi maupun desa wisata baru. Tempat wisata  tersebut kian moncer dengan beragam ajang kesenian dan olahraga yang diselenggarakan di lokasi terkait.

Jathilan menjadi salah satu atraksi yang sangat sering dipentaskan guna mendukung destinasi/desa wisata.  Selain olahraga masal seperti sepeda santai, trail adventure, jalan sehat, fun run, dan out bound.

Pada 2018 sedikitnya ada 338 kelompok jathilan yang tersebar di 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Seni tradisional itu tetap eksis sampai sekarang. Bahkan kian semarak.Terlebih sejak didukung dengan dana keistimewaan DIJ untuk pengembangan kelompok penggiat kesenian jathilan.

Atas dasar hal tersebut, pada 2018 lalu diciptakan jenis olahraga baru. Yang menggabungkan spirit dalam atletik dan berkuda, dengan basis kuda kepang. Olahraga ini dinamai Pacuanku D’xpang. Terdiri atas tiga suku kata yang dikombinasi. Pacuan-ku D(a), dan X(ke)pang. Dirangkai menjadi Pacuanku D’xpang agar lebih berkonotasi “gaul”. Sehingga bisa diterima generasi muda dan diharapkan mampu go international.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Drs Agung Armawanta MT menjelaskan, Pacuanku D’xpang bisa dilakukan secara perorangan maupun tandem dengan berbagai kombinasi. Antara lain, speed, halang rintang (lompat), dan estafet. Serta dapat dimainkan berbagai usia. Lapangan yang digunakan pun dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi, meskipun sudah ada standarnya. “Sebagai olahraga kreasi, Pacuanku D’xpang juga dapat dikompetisikan,” ungkapnya Se;asa (22/12).

Agung berharap, Pacuaku D’xpang bisa menjadi pendukung perkembangan olahraga dan wisata dalam nuansa keistimewaan Jogjakarta. Dengan memadukan unsur lokal dan standar olahraga.

Pacuanku D’xpang juga sudah didaftarkan di Kemenkum HAM untuk mendapatkan hak cipta (HAKI/hak atas kekayaan intelektual). Agar ke depan bisa menjadi sarana memasyarakatkan olahraga dan pengembangan sektor pariwisata Sleman. “Yang tak kalah penting bisa berkontribusi membentuk masyarakat sehat dan bahagia,” tutur Agung.

Pada hakikatnya, lanjut Agung, dari unsur olahraga rekreasi, pendidikan, maupun prestasi harus bisa terukur lewat sport development indeks (indeks pembangunan olahraga) yang goal akhirnya adalah kebahagiaan.(*/yog)

Sleman