RADAR JOGJA – Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Namun sampai saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta belum bisa memprediksi kapan gunung api di perbatasan DIJ dan Jateng itu erupsi.

Salah satu penanda tingginya aktivitas Merapi adalah suara gemuruh yang berasal guguran material gunung masih terus terdengar. Senin (21/12) dini hari terdengar suara gemuruh cukup keras dari puncak Merapi.

BPPTKG melaporkan suara gemuruh itu terjadi pada pukul 01. 21. “Suara gemuruh keras terdengar dari Pos Pengamatan Babadan,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan Senin (21/12).

Sementara itu secara visual sejak pukul 00.00-06.00 Gunung Merapi terlihat jelas dengan kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Dari sisi kegempaan juga terus terjadi pada periode itu. Di antaranya gempa guguran 13 kali, gempa hembusan 19 kali, gempa fase banyak 44 kali, dan gempa vulkanik dangkal 9 kali. “Antisipasi awan panas dan lahar saat hujan deras di puncak Merapi,” tandas Hanik.

Sampai saat ini Merapi juga masih menyandang status siaga atau level III. Status itu sudah melekat sejak 5 November lalu. (kur/laz)

Sleman