RADAR JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa suara gemuruh Gunung Merapi tak hanya terdengar dari pos pengamatan. Suara gemuruh tersebut juga sampai ke daerah Wonokerto, Turi, Sleman.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, setidaknya terdengar empat kali suara gemuruh guguran sejak pukul 18.00 hingga 24.00 Sabtu (19/12).

Dijelaskan, suara gemuruh guguran menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi yang masih tinggi. Desakan magma, menyebabkan terjadinya gempa guguran, sehingga menjadikan dinding lava yang berada di puncak labil dan runtuh. “Namun memang belum ada kubah lava baru,” katanya Minggu (20/12).

Dari laporan, kata dia, sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 kemarin pagi, gempa guguran tercatat sebanyak 27 kali. Kemudian gempa embusan sebanyak 23 kali, gempa fase 95 kali, dan gempa vulkanik dangkal 15 kali.

“Status Merapi masih siaga atau level III,” tandasnya.
Dengan kondisi ini, rekomendasi BPPTKG tak berubah. Yakni jarak sampai dengan 5 km dari puncak Merapi harus bebas dari aktivitas manusia. Itu untuk menantisipasi awan panas serta potensi lahar melalui alur alur sungai di lereng Merapi. (kur/zam)

Sleman