RADAR JOGJA – Perayaan Natal tahun ini tak semeriah tahun kemarin. Karena masih pandemi Covid-19 Natal dirayakan sederhana. Waktu misa dan jamaat umat dibatasi. Iring-iringan musik rohani pun dipersingkat.

Seperti di Gereja Katolik Santo Petrus Warak, di Jalan Purbayan, Warak Kidul, Sumberadi, Mlati, Sleman. Ketua panitia Natal Aloysius Supatdiyana mengatakan, perayaan kali ini tak semeriah tahun kemarin yang dipenuhi dekorasi dan prosesi misa yang panjang tanpa menyingkat nyanyian puji-pujian.

Kali ini misa hanya digelar satu jam dari biasanya, dua jam. Perayaan natal digelar serba terbatas. Mulai dari jumlah panitia, jamaah umat maupun perpaduan musiknya. Rata-rata 200 orang setiap perayaan misa dari kapasitas 700 hingga 800 orang di gereja tersebut. Misa digelar sebanyak enam kali, sehari dua kali mulai tanggal 23, 24, dan puncaknya pada 25 Desember. Jumlah tersebut 130 orang berada di dalam gereja dan sisanya di luar gereja. “Begitu juga perpaduan musiknya. Yang biasanya 30 personil sekarang hanya 8 personil,” ungkap Supat dihubungi, Jumat (18/12).

Nah, jamaat yang diperbolehkan mengikuti perayaan di gereja, mereka yang berusia 10 hingga 70 tahun. Dengan syarat, tidak memiliki penyakit dan riwayat perjalanan jauh. Dan, hanya jamaat gereja yang sudah terdaftar saja yang diperbolehkan mengikuti secara luring. Misa digilir, setiap lingkungan jamaat dibatasi maksimal 30 orang diprioritaskan mereka yang bertugas di gereja. “Kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil dan sakit, dianjurkan mengikuti perayaan natal secara daring. Kami akan tayangkan secara streaming,” sebutnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 gereja di wilayah paroki warak ini untuk selalu memantau prokes. Prokes diperketat dengan pakai masker, mengukur suhu badan, mencuci tangan, dan menunjukkan kartu jamaat yang sudah terdaftar.”Sebelum dan setelah misa selesai, kita semprot desinfektan. Pokoknya prokes kita perketat, jangan sampai ada persebaran,” kata dia. Pihaknya juga mengatur pintu masuk dan keluar agar tidak berdesakan.

Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Ismulyadi menyebut, panduan Natal 2020 dan tahun baru 2021 di tengah pandemi Covid-19 dan persiapan pelaksanaan natal di gereja katolik Kabupaten Sleman secara hirarkis berada di dalam karya Gerejawi Kevikepan DIJ wilayah Barat dan Timur. Termasuk Keuskupan Agung Semarang. Sehingga mengacu pada Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Kas Nomor 1301/A/X/2020-51. Kemudian sesuai SE Menteri Agama Nomor 23 Tahun 2020. “Juga panduan teknis pencegahan dan pengendalian Covid-19 perayaan di Gereja Katolik setempat,” ungkap Ismul. Disebutkan, ada 18 Gereja Katolik Induk atau Paroki se-Kabupaten Sleman yang hendak merayakan natal mendatang. (mel/pra)

Sleman