RADAR JOGJA- Sejumlah pelajar anggota dua geng yang masih satu sekolah di SMAN 1 Sedayu Bantul diamankan petugas karena akan tawuran saat malam hari dan meresahkan masyarakat. Dua geng pelajar itu diketahui bernama Xsist dan Sunset.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah mengatakan kedua geng pelajar itu berencana tawuran dengan senjata tajam (sajam) di wilayah Kronggahan, Mlati, Sleman. “Pada hari Selasa malam dini hari (15/12) pukul 00.00 WIB, ada gerombolan pemuda yang berkumpul di Simpang Empat Pelem Gurih Gamping Sleman, lalu ketika konvoi membawa sejumlah senjata tajam,” jelasnya saat konferensi pers di Polres Sleman, Rabu (16/12).

Mereka konvoi menuju Kronggahan Mlati Sleman, lalu saat sampai di Demak Ijo, dikejar sejumlah warga dan anggota yang patroli, lalu berhamburan terpecah,” imbuhnya.

AKP Deni menyampaikan 6 pemuda dari geng Sunset berhasil diamankan di wilayah Minggir Sleman, lalu dibawa ke Polsek Minggir. “Yang diamankan di Rutan Polres inisial AHH (19), warga Tamantirto Bantul dan pelaku anak RS (16), warga Argorejo Bantul wajib apel di Polres Sleman. Keduanya membawa Golok Sisir dan Pisau Bergerigi,” ujarnya.

Deni menambahkan, untuk 4 pemuda lainnya, MBE (17) warga Sedayu Bantul, RJA (15) warga Argomulyo Bantul, MIDC (16) warga Pajangan Bantul, dan DI (16) warga Argorejo Bantul hanya menjadi saksi karena¬† tidak ditemukan pelanggaran hukum dan tidak ditahan,” tambahnya.

Di waktu yang berbeda, keesokan harinya sekira pukul 5 pagi, lanjut AKP Deni, diamankan kembali dua belas pemuda oleh warga dan anggota polisi di Jalan Godean Km 7, Dusun Nglarang Sidoarum, Godean, Sleman, kemudian dibawa ke Polsek Godean. “Sepuluh dibebaskan karena tidak ada bukti pelanggaran hukum. Sedangkan yang ditahan, inisial MCM (15) warga Argosari Bantul dan KDN (14) warga Argodadi Bantul dari geng Xist karena kedapatan membawa senjata tajam dan stik pemukul,” ujarnya.

“Motif semua anggota geng membawa senjata tajam, pemukul, dan penusuk untuk berjaga-jaga karena akan tawuran,”ujarnya.

AKP Deni mengatakan para pelaku yang membawa senjata tajam akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 ancaman pidana 10 tahun. “Untuk barang bukti diamankan 3 motor jenis matic, satu buah senjata tajam jenis golok sisir, satu buah pisau bergerigi panjang, satu buah gir besi yang diberi tali pengikat, dan 1 stik pemukul,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman