RADAR JOGJA – Simpang siur terkaitĀ  informasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sempat membuat para pengungsi di barak Glagaharjo ketar-ketir. Terbukti beberapa pengungsi di Dusun Kalitengah LorĀ  sempat pulang kerumah alasannya takut terpapar virus.

Jogoboyo Kalurahan Glagaharjo Heri Prasetya membenarkan adanya kejadian tersebut. Tepatnya dua hari lalu, Minggu (13/12). Para pengungsi kelompok rentan dan usia produktif memutuskam untuk pulang ke rumah di Dusun Kalitengah Lor.

“Dua hari ini memang betul ada beberapa (pengungsi) yang sempat naik (pulang ke Kalitengah Lor). Ada kabar simpang siur berkaitan perkembangan Covid. Info yang beredar covid sudah masuk ke pengungsian,” jelasnya ditemui di Kantor Kalurahan Glagaharjo, Selasa (15/12).

Heri mengatakan isu beredar kisaran tiga hari lalu, Sabtu (12/12). Detilnya adalah adanya sebaran kasus Covid-19 di Kalurahan Glagaharjo. Bahkan semakin liar karena menjadi kabar burung di lingkungan barak pengungsian Glagaharjo.

Pihaknya langsung mengklarifikasi informasi yang beredar. Diawali dengan konfirmasi kepada Puskemas Cangkringan berlanjut kemudian kepada Dinas Kesehatan Sleman. Hasilnya, dipastikan belum ada sebaran kasus Covid-19 di Glagaharjo.

“Kami minta dari Dinkes menyampaikan agar warga tenang kembali. Sudah konfirmasi dengan dokter Arum Kepala Puskemas Cangkringan dan dipastikan aman. Lalu kemarin pagi (14/12) sudah kami jelaskan ke pengungsi dan mereka sudah turun lagi,” ujarnya.

Walau begitu, Heri tak menampik ada pengungsi yang rutin pulang ke rumah. Hanya saja sifatnya tidak menetap. Para pengungsi, lanjutnya, tetap kembali ke barak pengungsian. Tepatnya menjelang sore atau malam harinya.

Heri menambahkan kepulangan temporer didominasi usia produktif. Kepentingannya adalah mencari pakan ternak. Tercatat memang beberapa hewan ternak milik warga belum terevakuasi.

“Yang jelas kelompok produktif, pagi harinya tetap naik untuk merumput tapi sore kembali kesini. Lansia masih bertahan disini. Kalau yang pulang kemarin balita dan ibunya,” tambahnya.

Tak hanya isu Covid-19, kembalinya para pengungsi juga akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Berdasarkan data BPPTKG, aktivititas memang cenderung menurun. Secara tidak langsung kondisi ini berdampak pada mitigasi terhadap pengungsi Gunung Merapi.

“Belum ada kebijakan mengembalikan pengungsi, yang jelas harus nyaman dulu. Untuk mencegah kebosanan yang jelas dari desa selalu sambangi dan ajak ngobrol,” katanya. (dwi/sky)

Sleman