RADAR JOGJA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman mulai lakukan pendistribusian logistik pemungutan suara secara elektronik (e-voting) untuk pemilihan lurah (pilur). Pendistribusian dilakukan ke-49 kalurahan dimulai Senin (14/12) hingga besok (16/12).

Kepala Dinas PMK Sleman, Budiharjo menjelaskan, sebelum pendistribusian dilakukan, pihaknya telah melakukan sertifikasi kembali. Selama dua minggu lamanya kepada pengawas pemilihan lapangan (PPL) serta tim logistik Pilur. Sertifikasi tersebut melituputi dua hal, yakni kesiapan tim lapangan dan uji alat e-voting.

Menurut Budi, dari total kurang kebih 1.200 komputer yang ada, hanya ada sepuluh laptop yang alami kerusakan. Meskipun demikian, Budi mengaku telah menyiapkan setidaknya 108 unit laptop cadangan. “Jadi nanti setiap TPS akan ada dua laptop, untuk verifikator dan satunya untu pemilihan,” kata Budi melalui sambungan telepon Senin (14/12).

Budi memastikan, pilur akan dilaksanakan pada Minggu (20/12) mendatang. Dengan adanya armada yang diberangkatkan bersamaan, Budi menilai waktu tiga hari untuk pendistribusian dirasa cukup. Nantinya, proses pemungutan suara akan diadakan di 1.102 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 457.000 orang.

Terpisah, Pj Lurah Sumberrejo, Kapanewon Tempel Supardi menuturkan, pilur di wilayahnya hanya akan ada dua bakal calon Lurah. Mereka adalah pasangan suami-istri Andjar Purwanto dan Ika Pudji Astuti. Nantinya, pilur di wilayahnya akan diikuti oleh 3.345 KK. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) tersebut adalah warga yang tinggal di Kalurahan Sumberrejo.

Namun, DPT untuk pilur berbeda dengan DPT Pilkada Sleman 2020. Yakni, DPT pilur terdata sejak Desember 2019 yang tercatat sebagai warga Sumberrejo. “Untuk yang usia 17 tahun dihitung per 30 Juni 2020,” kata Supardi. (eno/bah)

Sleman