RADAR JOGJA – Dalam sehari, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman belum memenuhi target. Pendonor yang berkunjung ke Kantor PMI, Jalan Dr Radjimin Sucen, Triharjo, Kapanewon Sleman masih minim. Tingkat penurunan masih mencapai 50 persen.

Teknis Pelayanan Darah PMI Sleman Eko Setiawan menyebut, dalam sehari, jumlah kunjungan pendonor saat ini rata-rata hanya mencapai 15 sampai 20 kantong darah, dengan berbagai jenis golongan darah. Sementara, permintaan darah terbanyak adalah golongan A. Ini juga terpenuhi.

“Golongan darah B stoknya sedikit permintaannya juga sedikit. AB dan O permintaanya banyak stoknya juga banyak,” kata Eko, di kantornya, Senin (14/12).

Lebih lanjut, kata Eko, kebutuhan darah dalam sehari mencapai 50 kantong. Jika stok darah masih kurang, maka, mengambil darah dari wilayah lain di luar Sleman. Seperti, Kulonprogo, Purworejo dan Magelang.

Dikatakan, sejak pandemi Covid-19, angka partisipasi pendonor berkurang. Sebab, tidak adanya event yang menggelar bakti sosial penggalangan darah dan juga belum optimalnya donor darah mobiling. Mobiling baru dilakukan dengan satu hingga dua unit mobil. Semantara saat normal sebelum pandemi ini bisa sampai empat unit mobil dalam sehari.

“Baru bulan ini mobiling mulai digalakan kembali, dengan menjelajahi kalurahan dan kecamatan. Hari ini di Kalurahan Girikerto,” katanya.
Sekali mobiling, targetnya 40 kantong per unit mobil. Sementara target darah dalam satu bulan sekitar 1.200 kantong. Nah, jika target masih belum mencukupi, terpaksa pihak keluarga pasien yang harus mencari pendonor sendiri. ”PMI hanya memfasilitasi. Namun, jika melebihi target, kami tetap distribusikan ke luar Sleman,” ujarnya.

Darah saat ini disalurkan ke Rumah Sakit (RS) se Kabupaten Sleman. Seperti RS Sardjito, RSUD Sleman, PKU Muhammadiyah Gamping dan RS lainnya.
Dia mengimbau, agar masyarakat tak takut berdonor darah di tengah pandemi. Protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat. Kepedulian masyarakat untuk dapat berdonor darah sangat dibutuhkan. Sebab, kebutuhan darah bagi seseorang yang membutuhkan tidak dapat ditunda. ”Karena ini menyangkut keselamatan jiwa,” terangnya.

Sementara itu pelayanan pasien terkait kebutuhan darah di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Jogjakarta selama pandemi ini selalu mencukupi. Kepala Bagian Hukum, Oranisasi, dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyebut, kebutuhan darah memang tidak dapat diprediksi. Kendati begitu, RS sudah bekerja sama dengan PMI Sleman, PMI DIJ maupun PMI Kota Jogjakarta untuk pemenuhan darah bagi pasien.

“Ketika ada masyarakat atau pasien yang membutuhkan darah, maka RS Sardjito melalui Unit Pelayanan Transfusi darah (UPTD) akan menyiapkan darah bagi pasien. Namun apabila masyarakat ingin mendonorkan darah, dipersilahkan baik melalui UPTD sini atau PMI,” ujarnya. (mel/bah)

Sleman