RADAR JOGJA- Antisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),  Jogoboyo Kalurahan Glagaharjo Heri Prasetya mulai membatasi aktivitas di barak pengungsian Glagaharjo. Kebijakan ini berlaku hingga 20 Desember.

Keputusan ini diambil tak hanya beracuan pada hasil musyawarah pemerintah Kalurahan Glagaharjo. Adapula keinginan dari para pengungsi. Berupa kekhawatiran apabila lingkungan pengungsian terinfeksi Covid-19.

“Kegiatan dari luar minta dihentikan dulu karena membuat bingung. Sehingga ini kami off (hentikan) dulu sampai 20 Desember. Tidak ada kunjungan dari pihak luar dulu,” jelasnya ditemui di kantor Kalurahan Glagaharjo, Selasa (15/12).

Heri mengatakan para orangtua merasa khawatir. Terlebih maraknya kegiatan oleh penyelenggara dari luar barak pengungsian. Kekhawatiran para orangtua adalah tidak jelasnya asal dan riwayat perjalanan para relawan.

Beberapa kegiatan memang melibatkan relawan dari luar Glagaharjo. Baik pihak swasta maupun program dari Pemkab Sleman. Kekhawatiran semakin menjadi setelah tersiar kabar sebaran Covid-19 di Kapanewon Cangkringan.

“Ibu-ibunya sendiri yang meminta kegiatan yang berkaitan dengan anak-anak untuk dikurangi. Ketakutan banyak pihak luar mengadakan kegiatan di sini tapi tidak kenal dan justru membuat khawatir,” katanya.

Heri menambahkan, mekanisme penyaluran bantuan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Termasuk dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Para donatur maupun pendamping diminta tidak berinteraksi langsung dengan para pengungsi.

“Yang memberi bantuan jangan sampai ke barak. Secara simbolis cukup di sekretariat saja,” tambahnya.(dwi/sky)

Sleman