RADAR JOGJA – Pasien Covid-19 yang berada di fasilitas kesehatan (faskes) dipastikan tetap memiliki hak pilih. Bisa jadi, proses teknis pemilihannya akan berbeda dengan masyarakat sehat pada umumnya. Seperti yang ada Rusunawa Gemawang, tempat isolasi pasien Covid-19.

Salah seorang dokter jaga yang ada di Rusunawa Gemawang, Hendrawan Dwiyanto Putro menjelaskan, dimungkinkan pemungutan suara bagi pasien Covid-19 berbeda. Berdasarkan hasil koordinasi, surat suara yang telah di coblos tidak dimasukkan ke dalam kotak suara. Melainkan, dimasukkan ke dalam plastik bening oleh pemilih. Selanjutnya ditumpuk di meja atau tempat yang disediakan.

”Jadi setelah dicoblos tidak dilipat lagi, dimasukkan palstik dalam bentuk lembaran. Itu gambaran tadi,” kata Hendrawan Selasa (8/12).

Namun, seperti apa pastinya, masih akan dilakukan gladi bersih pagi hari menjelang pemungutan. Sebab, pemungutan di lokasi tersebut baru akan dilaksanakan siang hari. Setelah penyelenggaraan di TPS, umumnya selesai. ”Sementara ini ada 30 pasien, dimungkinkan akan penambahan,” katanya.

Sementara itu Divisi Teknis Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Nurdiyanto menjelaskan, proses pemilihan akan mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan. Sementara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tetap berjaga di luar pintu.

Proses pemungutan suara disediakan bilik khusus dan tetap dipantau oleh satgas Covid-19 dan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) setempat. Protokol kesehatan dilaksanakan sangat ketat. ”Bilik diatur berjarak jauh dengan KPPS, petugas jaga dan pengawas,” jelasnya.

Sebagaimana instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemilih tetap mematuhi prokes dengan memakai masker, sarung tangan dan melaksanakan tahapan pencoblosan dengan baik. Setelah selesai mencoblos, surat suara dikumpulkan di kotak yang tersedia dan pemilih langsung diminta kembali ke ruangan masing-masing. ”Kotak suara khusus Senin (7/12) malam sudah dikoordinasikan dengan PPK dan akan disediakan oleh KPU,” kata dia.

Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan nakes setempat. Berdasarkan koordinasi, nakes bersedia membantu. Namun tetap dengan pendampingan penyelenggara dan tetap dalam pengawasan PTPS.

Dijelaskan, ada empat titik penyelenggaraan pemungutan suara di faskes atau disebut dengan TPS bayangan di wilayah ini. Yaitu, di RS khusus pelayanan Covid-19 RS Sardjito, Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang. Juga ada tambahan bagi pasien di luar Covid-19 yakni di RSU Sakina Idaman. “Secara umum logistik siap. Tetapi kami masih melobi dusun atau TPS terdekat, agas bisa pindah kartu suaranya untuk di rusunawa dan Asrama Haji” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya masih terus melakukan pendataan sejumlah pasien Covid-19 dan membuat form A5 di tiga lokasi tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh kemarin, hinga pukul 11.00 ada 13 pasien yang memiliki hak pilih ber-KTP Sleman di RS Sardjito.

Sedangkan penambahan baru sebanyak 17 pemilih dari RSU Sakina Idaman. Jumlah tersebut terdiri dari pasien di luar Covid-19 dan nakes jaga. ”Sementara di Asrama Haji dan rusunawa belum ada data pasti. Sebab ada yang keluar dan tambahan lagi” ujarnya.

Dikatakan, distribusi logistis untuk 70 TPS di wilayah tersebut sudah komplit. Meski sebelumnya satu TPS belum dilengkapi dengan sarung tangan latek. ”Oleh KPU sudah ditambahkan,” pungkasnya. (mel/bah)

Sleman