RADAR JOGJA – Rasa bosan mulai menghinggapi para pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo. Rasa kangen terhadap rumah di Dusun Kalitengah Lor menjadi alasan utama. Selain itu, hilangnya aktivitas rutin harian juga turut menjadi penyebab munculnya kebosanan.

Beragam cara telah dilakukan untuk mengurangi rasa bosan. Mulai dari olahraga rutin hingga beragam permainan dan hiburan. Tak hanya bagi pengungsi usia dewasa tapi juga anak-anak.

Dampak dari rasa kangen adalah pasang surutnya jumlah pengungsi. Suparmono memastikan tak ada larangan bagi para pengungsi untuk pulang. Hanya saja bagi kelompom rentan tetap wajib tidur di barak pengungsian.

Panewu Cangkringan Suparmono mengakui para pengungsi telah bosan. Hanya saja pihaknya meminta agar para warga tetap bersabar. Terlebih aktivititas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.

“Sering saya obrolkan sama pengungsi, memang sudah mulai bosan. Tapi mau tidak mau harus di sini (barak pengungsian Glagaharjo) dan mereka punya kesadaran itu, untuk tetap tinggal,” jelasnya ditemui di TPS 8 Kalitengah Lor, Rabu (9/12).

“Kalau kegiatan sudah penuh tapi yang pasti tetap kangen rumah. Sekarang intensitas yang naik lebih banyak daripada awal-awal. Pagi naik, sore turun lagi ke barak pengungsian. Lansia juga ada tapi yang masih rosa (kesehatan prima),” katanya.

Walau berusia lanjut, para pengungsi tak sepenuhnya lesu. Suparmono membeberkan sebagian besar masih bertenaga. Justru semenjak berada di pengungsian, membuat aktivititas para lansia berhenti. Terutama rutinitas harian sebagai pencari rumput untuk pakan ternak.

“Lansia yang ada di barak pengungsian ini ada sekitar 90 sampai 95 orang. Separuhnya itu masih mencari rumput. Ini juga yang membuat rindu, maklum saja aktivitas ini sudah dilakoni puluhan tahun,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman