RADAR JOGJA – Tiga hari masa tenang menuju pemungutan suara hari ini (9/12), calon bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) memanfaatkan “waktu luang” untuk tetap berkonsolidasi dengan tim pemenangan. Memantapkan barisan pendukung dan saling berbagi semangat menang. Sekaligus mengevaluasi kegiatan kampanye yang telah dilakukan. Khususnya saat sambang warga untuk menggali potensi dan aspirasi guna pembangunan Sleman ke depan yang lebih baik. “Maturnuwun warga Sleman. Atas dukungan sedherek-sedherek semua, saya yakin bisa meraih 45 persen suara sah,” ujarnya Selasa (8/12).

Menurut DWS, kemenangan yang akan diraih bukan semata-mata kerja keras partai pendukung, tim sukses/pemenangan, relawan, maupun simpatisan. Tapi juga atas dukungan semua warga Sleman yang memiliki keselarasan visi ke depan untuk perubahan.

Di sisi lain ia berharap, dukungan yang diberikan tak sekadar untuk mengantarkannya meraih kemenangan pilkada. Tapi untuk nyawiji dadi siji lan nyembadani pembangunan Sleman. “Masyarakat harus andil dalam setiap program pemerintah. Dan peran serta masyarakat harus benar-benar tampak pada hasil pembangunan ke depan,” ujarnya.

Untuk calon bupati nomor urut 2, Sri Muslimatun mengisi masa tenangnya dengan tetap bekerja. Sri Muslimatun saat ditemui di kompleks Pemkab Sleman Selasa (8/12) menuturkan, sudah dua hari ia masuk kerja. Di hari pertamanya kerja yang sudah masuk masa tenang, ia hanya berada di ruangannya. Lebih banyak mengobrol dengan staf karena lama tidak bertemu. “Jadi banyak cerita-cerita baru,” Wabup Sleman ini.

Sedangkan hari kedua kerja yakni Selasa (8/12), Sri Muslimatun memilih untuk berkeliling kantor pemkab. Untuk menyapa rekan kerja selama menjadi wakil bupati dan meminta doa untuk kelancaran pemilihan hari ini (9/12). Seusai kerja, Muslimatun mengaku sudah memiliki acara di rumahnya. Mulai makan bakmi bersama di sore hari, doa bersama pukul 22.00, hingga salat tahajud pukul 02.30. “Ditutup dengan sarapan bubur ayam bersama. Acara itu ide masyarakat sekitar. Bahkan tidak mengundang tokoh masyarakat tertentu,” ungkapnya.

Rencananya Sri Muslimatun akan bersama-sama dengan anak, menantu dan orang tuanya mencoblos di sekitar kediamannya. Sedangkan suaminya, Damanhuri, akan mencoblos di TPS yang berbeda di wilayah Sendangadi. “Namun itu juga belum pasti, karena anak-anak saya dokter yang sewaktu-waktu bisa dipanggil karena tugas darurat,” lanjutnya.

Usai mencoblos, kata Muslimatun, ia hanya akan berada di rumah. Dimungkinkan akan ada tamu-tamu yang berkunjung ke kediamannya.
Sementara itu, calon bupati nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo mengisi masa tenang hari terakhir dengan mengadakan pengajian di rumahnya wilayah Jaban, Tridadi. Acara itu memang dikhususkan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta. Acara tersebut diklaim bukan sebagai aksi kampanye. Mengingat Kustini juga sudah lama aktif dalam komunitas pengajian itu.

Di hari pertama masa tenang, Kustini mengaku juga pergi meminta doa kepada orangtuanya. Selain hanya menghabiskan waktu di rumah saat masa tenang, ia juga sempat beberapa kali keluar untuk bertakziah. “Karena yang meninggal adalah orang tua dari teman saya,” jelas Kustini.

Kustini berencana mencoblos bersama suaminya Sri Purnomo sekitar pukul 08.00. Usai mencoblos, ia tidak memiliki agenda lain selain pulang ke rumah, sembari menunggu hasil penghitungan suara. “Nyoblos pagi karena bapak akan berkeliling memantau pilkada bersama Kapolda DIJ,” tutur Kustini. (yog/eno/laz)

SEVTIA EKA NOVARITA/RADAR JOGJA
Calon Bupati Sleman nomor urut 2 Sri Muslimatun saat ditemui di kantor Setda Sleman kemarin (8/12)
Calon Bupati Sleman nomot urut 3 Kustini Sri Purnomo adakan pengajian di rumahnya wilayah Jaban, Tridadi kemarin (8/12)

Sleman